nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Ditetapkan Tersangka, Rumah Rachmat Yasin di Bogor Terpantau Sepi

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 23:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 25 337 2070912 pasca-ditetapkan-tersangka-rumah-rachmat-yasin-di-bogor-terpantau-sepi-JBBHbFTn8x.JPG Rumah kediaman Rachmat Yasin di Dramaga, Bogor (Foto: Putra Ramadhani/Okezone)

BOGOR - Setelah resmi menyandang status sebagai tersangka dugaan korupsi oleh lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), salah satu rumah pribadi mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin di Kampung Dramaga Tanjakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terpantau sepi.

Pantauan Okezone di lokasi, hingga pukul 22.00 WIB, tidak terlihat adanya aktivitas baik di dalam maupun di luar rumah Rachmat Yasin. Hanya terlihat beberapa awak media di depan rumahnya untuk mencari informasi terkait keberadaan Rachmat Yasin.

Penanggungjawab kediaman Rachmat Yasin, Hendra mengaku bahwa kakak kandung dari Bupati Bogor Ade Yasin itu sempat datang sekira pukul 15.00 WIB. Namun, sekitar dua jam kemudian Rachmat Yasin kembali pergi meninggalkan rumah tersebut.

"Tadi dia (Rachmat Yasin) sempat ke sini siang jam 3-an lah. Ngobrol-ngobrol sama saya, terus sekitar jam 5 kurang dia pergi lagi. Enggak tahu ke mana," kata Hendra, kepada wartawan, Selasa (25/6/2019) malam.

Penjaga Rumah Rachmat Yasin

Hendra menambahkan, Rachmat Yasin baru dua kali berkunjung ke rumahnya di Dramaga itu pasca cuti jelang pembebasan bersyarat beberapa waktu lalu. Ia pun mengaky terkejut mengetahui kabar Rachmat Yasin kembali ditetapkan sebagai tersangka.

"Biasanya dia di rumahnya yang di Villa Duta. Kalau di sini itu terakhir pas dia cuti tahanan bulan puasa kemarin baru ke sini lagi tadi. Saya tahu kabarnya habis magrib, percaya enggak percaya soalnya sore tadi baru ketemu ngobrol, bercanda sama saya," ungkapnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin (RY) ‎sebagai tersangka dugaan korupsi. Rachmat Yasin diduga memotong uang pembayaran dari Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dan menerima gratifikasi.

"‎Tersangka RY diduga meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah sebesar Rp8.931.326.223," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Rumah Rachmat Yasin

Menurut Febri, ‎uang yang dikumpulkan tersebut diduga digunakan oleh Rachmat Yasin untuk biaya operasional Bupati dan kebutuhan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2013-2014.

Selain itu, Rachmat Yasin juga diduga menerima sejumlah gratifikasi selama menjabat Bupati Bogor. Adapun, gratifikasi yang diterima Rachmat Yasin berupa ‎tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dan Mobil Toyota Velfire senilai Rp825 juta.

"Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu palig lambat 3 hari kerja," katanya menandaskan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini