nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Miliki Keahlian Pijat, Banyak Terapis di Tangsel Hanya Andalkan Jasa Esek-Esek

Hambali, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 20:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 26 338 2071244 tak-miliki-keahlian-pijat-banyak-terapis-di-tangsel-hanya-andalkan-jasa-esek-esek-tbVvn4zny6.jpg Terapis-Terapis Cats Massage and Bar, Ruko Golden Boulevard BSD, Serpong, Tangsel (foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Panti pijat tumbuh subur di berbagai wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dari yang tarif bawah, hingga yang berkelas semua bisa dengan mudah ditemui dijumpai.

Namun sayangnya, keberadaan panti pijat masih dinilai sumir oleh sebagian besar masyarakat lantaran lebih berorientasi pada tempat esek-esek, ketimbang jasa kesehatan.

Baca Juga: Pengakuan Terapis di Tangsel, Siap Layani Threesome Asal Tarif Sesuai 

Data yang bersumber dari Dinas Pariwisata Kota Tangsel sendiri menyebutkan, hanya ada 31 panti pijat dan refleksi yang mengantongi izin. Selebihnya bisa dikatakan "liar" atau ilegal, jumlahnya jika diprediksi bisa mencapai ratusan unit usaha yang tersebar di 7 Kecamatan yang ada.

Satpol PP Kota Tangsel Menggerebek Panti Pijat Esek-Esek (foto: Hambali/Okezone) 

Dari penelusuran Okezone diketahui, bahwa banyak terapis-terapis panti pijat yang mengaku tak memiliki keahlian khusus memijat. Pijat yang ditawarkan hanya sekedar jasa formalitas, lantaran mereka semata-mata hanya mengandalkan layanan esek-esek dalam menjamu pelanggannya.

"Kalau pijat sih memang kita enggak punya sertifikatnya, sebisanya aja kalau di sini. Karena memang tamu yang datang ke sini itu bukan buat pijat, kebanyakan buat cari begituan," ucap terapis berinisial D, ditemui di Cats Massage and Bar, Ruko Golden Boulevard BSD, Serpong, Tangsel.

Panti pijat Cats Massage and Bar sendiri telah digerebek dan disegel oleh Satpol PP Kota Tangsel, Selasa 25 Juni 2019, kemarin. Belasan terapis beserta sejumlah kardus berisi minuman bir diamankan petugas. Termasuk juga barang bukti berupa kondom bekas pakai.

Cats Massage and Bar bukan lah satu-satunya usaha pijat yang terbukti melanggar aturan. Beberapa panti pijat lainnya, pernah pula disegel karena terbukti menyalahi ketentuan dengan memberikan pelayanan esek-esek.

Umumnya terapis-terapis itu memang tak bisa menunjukkan sertifikat keahlian pijat. Bahkan parahnya lagi, pihak pengelola usaha pijat sebenarnya telah menyadari hal demikian dari awal perekrutan para terapisnya.

Jika begitu, usaha pijat kesehatan yang menjamur di berbagai wilayah Tangsel hanya dijadikan kedok belaka bagi pemilik, demi menutupi praktik esek-esek di dalamnya. Keuntungan materi yang menggiurkan, disebut jadi alasan utama usaha liar semacam itu tak ada habisnya, bak "mati satu tumbuh seribu".

"Data yang ada sama kita cuma 31 yang berizin, selebihnya ya berarti ilegal. Kalau jumlah yang ilegal itu kami sekarang masih melakukan pendataan, jadi belum bisa menyebutkan hasilnya," terang Judianto, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Tangsel.

Baca Juga: Terapis dan Pria Hidung Belang Tepergok Bugil di Panti Pijat Tangsel 

Satpol PP Kota Tangsel Menggerebek Panti Pijat Esek-Esek (foto: Hambali/Okezone)

Dilanjutkan Judianto, pihaknya akan terus melakukan pembinaan rutin kepada usaha pijat dan refleksi yang resmi mengantongi izin. Jika kedapatan melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pariwisata, maka akan ada sanksi keras berupa pencabutan izin ataupun penyegelan.

"Tiap minggu kita turun melakukan pembinaan, itu untuk yang terdata di kami. Kalau yang ilegal atau panti pijat liar itu nanti penindakannya ada di Satpol PP," ucapnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini