Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lapas Batam Siapkan Sel Khusus untuk Mindo Tampubolon

Aini Lestari , Jurnalis-Rabu, 26 Juni 2019 |15:49 WIB
 Lapas Batam Siapkan Sel Khusus untuk Mindo Tampubolon
Foto Ilustrasi shutterstock
A
A
A

BATAM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) telah mempersiapkan sel khusus untuk Mindo Tampubolon, mantan anggota Polri yang tega menghabisi nyawa istrinya, Putri Mega Umboh. Sel tersebut tidak mudah dijangkau, baik oleh sesama narapidana ataupun penjaga tahananan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Lapas Batam, Surianto. Surianto menyebutkan, pihak Kejaksaan Negeri Batam telah berkoordinasi dengan Lapas Batam sejak Selasa 25 Juni 2019.

"Koordinasinya sudah dari kemarin. Kalau kami kan selalu siap kapan saja. Kami hanya tinggal menunggu saja, kapan yang bersangkutan (Mindo) akan diserahkan ke sini," katanya.

 Baca juga: Buron Sejak 2013, Mindo Tampubolon Eks Polisi Pembunuh Istri Akhirnya Ditangkap

Surianto menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sel khusus untuk Mindo. Sel tersebut yakni sel maksimum atau maximum security. Sel ini berukuran kecil dan diisi oleh maksimal 3 orang napi.

"Bisa dibilang, penjara di dalam penjara. Tidak semua orang bisa menjangkaunya. Petugas saja tidak semua bisa masuk. Letaknya tersendiri," kata Surianto lagi.

 Pembunuhan

Menurut Surianto, untuk awal, pihaknya sengaja menempatkan Mindo di sel tersebut untuk penyesuaian diri. Ada beberapa alasan bagi Lapas untuk menempatkan Mindo di sel blok maksimum.

"Alasannya, pertama agar petugas mengenalinya secara jelas. Karena kalau ditempatkan di blok umum, agak sulit dikenali. Selain itu, untuk memastikan yang bersangkutan sehat secara jasmani dan rohani dan juga untuk mengukur lingkungan. Kita kan tidak tahu, apakah di dalam ada musuhnya atau tidak. Intinya demi keamanan yang bersangkutan juga," jelas Surianto.

 Baca juga: Hotma Sitompul Kaget dengan Penangkapan Mindo Tampubolon

Saat disinggung terkait jangka waktu yang akan dijalani Mindo di dalam sel tersebut, Surianto mengatakan, dalam ketentuan baku, penempatan dalam sel blok maksimum harus dilakukan selama 1/3 total masa hukuman yang dijatuhkan. Namun, dengan adanya pola assesment yang baru, pihak Lapas tidak hanya memperhatikan masa hukuman saja namun juga dilihat dari pola perilaku sang napi.

"Semua orang punya kekhususan, makanya dilakukan assesment. Biasanya blok maksimum ini digunakan untuk warga yang memang butuh situasi khusus seperti warta yang menunjukkan sikap tidak biasa. Misalnya saja, ditemui adanya tanda lumatic atau ciri-ciri awal kegilaan. Bisa saja sudah 6 bulan di blok umum, kita tarik lagi ke maximum security," kata Surianto.

 penjara

Hal yang sama juga disampaikan Surianto saat disinggung terkait Mindo yang nantinya akan bertemu dengan Gugun Gunawan alias Ujang, terpidana yang turut serta dengan Mindo menghabisi nyawa Putri.

"Dengan berada di maximum security, sudah pasti pertemuan mereka akan terbatas. Dan untuk penerimaan awal, seperti biasa, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan, pengecekan secara fisik dan penyelesaian administrasi sebelum akhirnya kami tempatkan ke maximum security," tutup Surianto.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement