Alexander Akhigbe yang merupakan pendiri dari ACI, berkata bahwa dengan adanya program daur ulang untuk membayar uang sekolah merupakan salah satu solusi untuk mengatasi perubah iklim dan lingkungan di Nigeria. Sejauh ini ACI sudah merangkul 5 sekolah di Lagos dan sudah 1.000 anak mengikuti program ini.
“Kami sedang melakukan usaha untuk memperbaiki lingkungan di Nigeria dan kami juga meningkatkan taraf pendidikan dengan cara mendorong para orang tua untuk mengumpulkan sampah botol plastik sebagai ganti uang sekolah anaknya dan orang tua juga dapat menghemat uang dan waktu.” Kata Akhigbe kepada CNN.
Nigeria dinilai sebagai ibu kota kemiskinan dunia, dengan populasi 87 juta penduduk Nigeria yang hampir setengah dari populasi di negara tersebut dan berpenghasilan hanya USD1,90 (Rp27.000) setiap harinya. Oleh karena itu negara khawatir akan banyaknya angka anak-anak yang putus sekolah sebesar 10,5 juta, dan angka tersebut merupakan paling tertinggi di dunia, menurut UNICEF.
Akhigbe, 42 tahun berharap dapat membantu mengurangi angka anak putus sekolah dan mendorong masyarakat untuk membuang sampah plastik dengan benar. Botol plastik yang dikumpulkan oleh orang tua akan dibeli oleh Wecyclers yang merupakan sebuah perusahaan sosial di Nigeria yang berfokus pada pengumpulan sampah.
(Nico Wijaya)
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.