JAKARTA - Sejumlah anak dilibatkan dalam aksi massa bertajuk Halalbihalal dan Tahlil Akbar 266 untuk mengawal hasil sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) yang digelar di sekitaran kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Mengenai keterlibatan anak-anak dalam kegiatan yang digelar sehari jelang sidang putusan MK terkait Pilpres 2019, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti menyayangkannya.
"KPAI menyampaikan keprihatinan atas pelibatan anak-anak dalam aksi di sekitar MK pada Rabu 26 Juni 2019," ujar Retno kepada Okezone, Rabu (26/6/2019).
(Baca Juga: Puluhan Peserta Tahlil Akbar 266 di Bawah Umur: 'Kami Ingin Imam Besar Habib Rizieq Pulang')
Disisi lain, Retno juga bisa memprediksi kalau salah satu alasan orangtua mengajak anaknya untuk turun ke jalan dan mengikuti aksi massa dikarenakan tidak ada orang yang menjaga jikalau ditinggalkan.
Kendati demikian, ia menegaskan kalau melibatkan anak-anak di dalam sebuah aksi massa akan membuat anak-anak tersebut tidak merasa nyaman, bahkan bisa berdampak yang membahayakan.

"Akan tetapi, membawa anak-anak dalam aksi dan diudara yang sangat terik tentu saja berpotensi menimbulkan ketidaknyaman dan kelelahan bagi anak. Selain itu "kerumunan massa" seperti aksi bisa berpotensi rusuh dan hal tersebut akan sangat membahayakan anak-anak," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, anak-anak yang terlibat dalam aksi di Patung Kuda tersebut membawa berbagai macam spanduk yang diantaranya adalah bergambarkan Habib Rizieq dan Bahar Bin Smith.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.