Nirma menyebut akibat menjadi korban, sang anak bisa saja mengalami suatu hal yang traumatik yang akan membekas di sepanjang hidupnya hingga dirinya dewasa.
"Meski masih balita memori itu masih tersimpan ketika dia ingin memori dia muncul. Dan itu akan tersimpan sampai ia besar dan dewasa, itu bahayanya," tegas perempuan yang juga dosen Psikologi Universitas Gajayana ini.
Namun untuk menyembuhkan traumatik kepada sang anak Nirma belum mengetahui memerlukan waktu berapa lama dan menggunakan tahapan seperti apa.
"Yang jelas harus mendapat pemeriksaan psikologis dahulu baru ditentukan seberapa parah dampaknya kepada sang anak. Selain itu waktu yang diperlukan waktu yang tak sebentar dan diketahui hingga seberapa lamanya," pungkasnya.
(Baca Juga: Tak Hanya Jual Istri, Pria Ini Pertontonkan Hubungan Seksual ke Anaknya)