MUI Nilai Pernyataan Moeldoko soal Deteksi Puluhan Teroris Datang ke Jakarta Mengerikan

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2019 04:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 27 605 2071396 mui-nilai-pernyataan-moeldoko-soal-deteksi-puluhan-teroris-datang-ke-jakarta-mengerikan-gFGjjAcsC6.jpg Din Syamsuddin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menilai kalau pernyataan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengenai puluhan teroris yang akan datang ke Jakarta pada sidang putusan Pilpres mengerikan.

"Betapa tidak, seorang teroris saja sudah mengancam nyawa puluhan bahkan ratusan orang, apalagi 30 orang," ujar Din Syamsuddin dalam keterangan persnya, Rabu (26/6/2019).

"Lebih mengerikan lagi, jika berita itu benar, akan mengancam nyawa puluhan ribu orang yang berunjuk rasa di Gedung MK," tambahnya.

Din Syamsuddin menyebutkan kalau pernyataan dari Moeldoko yang merupakan seorang Jenderal Purnawirawan pasti berdasarkan informasi yang kuat dan memiliki bukti dari sejumlah sumber.

(Baca Juga: Istana Deteksi Puluhan Teroris Masuk ke Jakarta saat Sidang Putusan MK)

Oleh sebab itu, ia berharap kepada seluruh aparat penegak hukum dan keamanan untuk menyiapkan strategi untuk mencegah adanya aksi-aksi teroris yang dapat mengancam keamanan dari masyarakat Indonesia.

"Kalau gagal mencegah berarti negara tidak profesional menjaga keamanan. Rakyat akan bertanya, kok sudah tahu mengapa jebol," ungkap Din Syamsuddin.

Moeldoko

Lebih lanjut, Din Syamsuddin pun mengimbau kepada Moeldoko untuk memberikan penjelasan yang detail terkiat puluhan teroris tersebut. Ia khawatir kalau pernyataan itu tidak terang akan membuat takut seluruh masyarakat.

"KSP Moeldoko perlu memberi penjelasan dengan sejelas-jelasnya seperti tentang indikasi adanya 30 teroris itu, di mana mereka berada, dan seharusnya mereka sudah ditangkap. Kalau tidak, sinyalemen KSP itu akan mudah diduga sebagai asal ngomong, atau omongan semacam itu akan dinilai sebagai bagian dari skenario menakut-nakuti rakyat," paparnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini