MK Sebut Hasil Penghitungan Suara Versi Prabowo-Sandi Tak Cukup Bukti

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 27 Juni 2019 20:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 27 605 2071824 mk-sebut-hasil-penghitungan-suara-versi-prabowo-sandi-tak-cukup-bukti-1lFn4UiNiZ.jpg Sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di MK (dok. Okezone)

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak penghitungan suara versi Prabowo-Sandiaga yang mengklaim meraih suara 52 persen dan Jokowi-Ma'ruf 48 persen di Pilpres 2019. MK menilai paslon 02 selaku pemohon tidak mampu menunjukkan bukti yang cukup mengenai hasil penghitungan tersebut.

"Dalil pemohon a quo tidak beralasan menurut hukum," kata Hakim Konstitusi, Arief Hidayat di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Pemohon, kata Arief, melampirkan bukti berupa fotokopi berita acara pemeriksaan (BAP) hingga rekapitulasi formulir C1. Setelah mencermati bukti tersebut, mahkamah berpendapat pemohon tidak melampirkan bukti rekapitulasi yang lengkap di seluruh TPS.

Ilustrasi penghitungan suara

Baca Juga: Dalil Kubu Prabowo soal TPS Siluman Dianggap Tak Jelas

"Dalil pemohon tidak lengkap dan tidak jelas karena secara khusus tidak menunjukkan di mana terjadi perbedaan hasil penghitungan tersebut. Pemohon tidak membuktikan dengan alat bukti yang cukup untuk meyakinkan mahkamah," tutur Arief.

KPU sebelumnya telah menetapkan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019. Jokowi-Ma'ruf meraih 85,6 juta suara (55%) dan Prabowo-Sandi 68,65 juta suara (44,5%).

Namun Prabowo-Sandi dalam permohonannya ke MK mengaku memiliki hasil penghitungan sendiri atas raihan suara Pilpres 2019. Prabowo-Sandi meraih 68,65 juta suara (52%) dan Jokowi-Ma'ruf meraih 63,57 juta suara (48%).

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini