nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Duterte Ancam Penjara Pihak yang Ingin Melengserkannya

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 28 Juni 2019 15:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 28 18 2072153 presiden-duterte-ancam-penjara-pihak-yang-ingin-melengserkannya-tiAaEtkm13.jpg Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto/Reuters

MANILA - Rodrigo Duterte mengancam pihak yang ingin melengserkannya dari jabatan presiden Filipina ke penjara.

Duterte melampiaskan amarahnya pada Kamis (27/6) di tengah sorotan media dan tuduhan bahwa ia berpihak pada China terkait tenggelamnya kapal nelayan Filipina pada 9 Juni oleh kapal China, yang terjadi di Zona Ekonomi Eksklusif Manila (ZEE).

Duterte mengatakan bahwa kecelakaan tersebut, bukan tabrakan yang disengaja, dan mengabaikan kehadiran nelayan China di dalam ZEE Filipina, dengan mengatakan ia akan membiarkannya karena persahabatan dengan China.

Foto/Reuters

Beberapa kritikus terkenal, di antara mereka seorang hakim tinggi dan mantan menteri luar negeri, telah menyebut itu sebagai pelanggaran konstitusi, dan Duterte layak dilengserkan.

"Saya? Akan lengserkan? Saya akan memenjarakan mereka semua," kata Duterte kepada wartawan mengutip Channel News Asia, Jumat (28/6/2019).

"Coba saja melakukannya dan aku akan penjarakan. Bajingan."

BacaPresiden Filipina Mengaku Pernah Jadi Gay Sebelum Akhirnya Sembuh

BacaDilaporkan Dirawat karena Gagal Jantung, Duterte Muncul Sedang Sarapan

Dia menambahkan, "Saya menantang Anda untuk melakukannya. Anda benar-benar ingin memaksa saya? Oke. Anda brengsek, lakukan. Ya. Ajukan."

Sebuah laporan pada Selasa oleh Anggota Parlemen ASEAN untuk Hak Asasi Manusia mencaci pemerintahan Duterte karena apa yang dikatakannya adalah ancaman dan retorika yang agresif dan tuduhan kriminal yang disengaja terhadap lawan.

Duterte dianggap berusaha memberangus kritik dan melemahkan keseimbangan.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet pada Senin mengatakan ada "risiko kekerasan yang sangat nyata" bagi orang-orang Filipina yang berbicara, mencatat ancaman yang dibuat secara terbuka oleh pejabat negara.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini