Share

PP Muhammadiyah: Pasca-Putusan MK Mari Melangkah Bersama Meraih Masa Depan

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 28 Juni 2019 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 28 605 2072020 pp-muhammadiyah-pasca-putusan-mk-mari-melangkah-bersama-meraih-masa-depan-Zwa9vVtVWI.jpg Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) telah menjadi rujukan konstitusional bagi para pihak yang bersengketa dalam Pemilu 2019 dan bagi segenap komponen bangsa.

"Pihak Prabowo-Sandi pun dengan jiwa besar menghormati keputusan MK tersebut. Hal itu menunjukkan kedewasaan dan kenegarawanan politik sebagai modal berharga dalam kehidupan kebangsaan," ucap Haedar, Jumat (28/6/2019).

"Selamat kepada pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin atas terpilihnya sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 dengan amanat yang sangat berat. Dia juga mengucapkan selamat kepada Prabowo-Sandi yang menunjukkan sikap legawa sebagai contoh keteladanan politik bangsa," sambung dia.

Baca Juga: TKN: Putusan MK Bagian dari Rekonsiliasi 

Haedar mengatakan, tugas dan tantangan bersama bangsa Indonesia saat ini dan ke depan sangatlah berat di berbagai bidang kehidupan yang memerlukan tekad dan kesungguhan politik yang tinggi bagi pemegang mandat rakyat lebih dari kemenangan itu sendiri.

"Indonesia juga memerlukan kebersamaan dari seluruh kekuatan nasional. Karenanya politik partisan 01 dan 02 sudah berakhir serta tidak perlu diperpanjang dalam isu dan kepentingan apapun, yang ada adalah satu keluarga besar Indonesia," urai dia.

9 Hakim MK Sepakat Bacakan Putusan Sengketa Pilpres 2019 Hari Ini 

Dia menambahkan, ke depan dibutuhkan presiden dan wakil presiden untuk semua dan bukan untuk satu golongan pemilih dan pendukungnya saja. Sehingga, harus mengayomi dan menjadi pemimpin seluruh rakyat Indonesia.

"Rekonsiliasi politik dan kultural menjadi keniscayaan dari suruh pihak secara autentik dan sungguh, bukan sebagai retorika publik. Pasca keputusan MK mari seluruh rakyat dan kekuatan bangsa melangkah bersama meraih masa depan Indonesia berkemajuan guna menyelesaikan masalah-masalah besar bangsa guna mewujudkan cita-cita nasional yang kian berat dan penuh tantangan," papar Haedar.

Menurutnya, saat ini tidak perlu eforia dalam kemenangan karena masalah dan tantangan Indonesia sangatlah berat dan kompleks. Dia juga meminta jauhi pula keterbelahan bangsa akibat sikap politik yang negatif dan ekses dari pemilu.

"Jangan sampai Indonesia terkapling-kapling dalam primordialisme dan pengkutuban politik, agama, dan golongan yang menyebabkan lemahnya persatuan Indonesia. Indonesia pasca pemilu 2019 harus move-on merajut kebersamaan dan persatuan guna meraih kemajuan dan kejayaan bagi seluruh rakyat," tutur Haedar.

Haedar menjelaskan, mereka yang kuat secara politik dan ekonomi serta berbagai aspek kehidupan wajib berbagi, peduli, dan menunjukkan tanggung jawab kebangsaannya dalam membangun dan memajukan Indonesia.

"Jangan egois dan serakah. Memang masalah politik yang serius jangka pendek ialah merekat kohesi sosial politik akibat keterbelahan politik, tetapi musuh terbesar Indonesia saat ini ialah ketidakdilan dan kesenjangan sosial ekonomi oleh berbagai sebab yang kompleks dalam rentang waktu yang panjang," kata dia.

Karenanya, kata Haedar agenda terberat Indonesia ialah mewujudkan sila Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dia menilai, pemerintah baik eksekutif maupun legislatif dan yudikatif bersama seluruh institusi politik di negeri ini dituntut political-will dan langkah terobosan yang progresif dalam memecahkan kesenjangan sosial ekonomi.

Baca Juga: Erick Thohir Ajak Seluruh Bangsa Indonesia untuk Bersama Membangun Bangsa 

"Kelompok yang menguasai kekayaan besar dan aset-aset strategis harus memiliki jiwa nasionalisme untuk berbagi, peduli, dan memajukan mayoritas yang tidak beruntung, jangan hanya mementingkan diri sendiri," ucapnya.

Dia meminta segenap kekuatan masyarakat dan rakyat juga harus bangkit untuk maju dengan jiwa mandiri dan etos kerja tinggi. "Semua harus bertumpu pada spirit bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa hingga bangsa itu sendiri yang mengubah nasibnya," kata Haedar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini