Ia melanjutkan, lalu sebagai ideologi yang diambil dari buah pemikiran Bung Karno tentang Marhaenisme, Pancasila menjadi harga mati untuk menyatukan kembali keretakan dalam masyarakat yang terjadi pasca Pilpres 2019.
Pemerintah dalam hal ini harus lebih menggenjot peran dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) agar rakyat semakin diingatkan tentang pentingnya menjaga persatuan sebagai sebuah bangsa besar.
"Di luar itu, apakah itu yang berbau SARA, komunis, hoaks, apa saja, semua akan menjadi satu untuk mempersoalkan ini. Kalau menurut saya, pemerintah harusnya tegas. Sekarang sudah ada BPIP, mestinya itu yang negara kita kembangkan terus dan kita harus tingkatkan untuk mampu menjadi light star. Tapi, memang tak semudah apa yang kita katakan," paparnya.

Namun, Slamet masih optimis bahwa kondisi politik di Indonesia akan bisa lebih baik ke depannya. Dengan menganut ideologi Pancasila dalam berpolitik, Indonesia diyakini dapat terus berkembang dan tak bernasib seperti negara-negara Timur Tengah yang lebih dulu mengalami imbas keganasan politik.
"Saya yakin masih ada yang akan sadar hal ini. Memang sekarang ini banyak yang mengatasnamakan Islam (untuk kepentingan politik). Tapi yang jelas bagaimana politik kebangsaan ini tetap hidup subur di negara sendiri. Insya Allah Indonesia tidak akan terjadi semacam di Timur Tengah dan sebagainya. Tapi dengan catatan, jangan leha," pungkasnya.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.