Kondisi Politik Memanas Jelang Pilpres 2019
Slamet menilai kondisi politik yang memanas saat ini di antaranya dipicu segelintir politikus yang tak sepenuhnya menjunjung nilai-nilai demokrasi. Padahal, demokrasi itu sendiri sebagai karakter moral, memiliki asas musyawarah mufakat yang terkandung dalam sila keempat Pancasila. Inilah yang kemudian berimbas pada penggiringan opini politik yang membuat masyarakat awam ramai-ramai ikut berpartisipasi di dalamnya.
Fenomena yang dikenal dengan istilah "puber politik" itu bahkan semakin mengganas jelang Pilpres 2019. Baik kalangan awam maupun para politikus dari partai pendukung salah satu kubu, kerap melontarkan kalimat-kalimat yang pedas dan menohok yang ditujukan bagi kubu lainnya.
Ditambah lagi dengan maraknya berita hoaks yang berseliweran di media sosial yang sengaja dibuat untuk memanaskan situasi. Hal ini secara tidak langsung menyiratkan betapa minimnya kesadaran para elit politik yang ikut andil memanaskan suasana politik di Tanah Air saat ini.
"Ya tentunya ini tidak akan dilakukan oleh para elite politik yang memiliki kesadaran nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila. Maukah kita kembali kepada track itu. Kalau kita tidak mau kembali, ya begini terjadi puber-puber politik," jelasnya.
Kondisi yang memecah belah bangsa ini diyakini Slamet dapat diredam, jika rakyat akhirnya memiliki kesadaran tentang bagaimana politik yang berlandaskan ideologi Pancasila. Dengan demikian, partai-partai yang tidak memiliki kesadaran nasional lambat laun akan tersingkirkan dan tidak lagi memiliki kepercayaan publik.
"Ini bergantung daripada pelaku politik yaitu kekuatan kebangsaan, bergantung dari bagaimana rekan-rekan di dalam kekuatan kebangsaan itu. Karena nasionalisme ada di semua agama, juga ada cinta Tanah Air dan bangsa. Kalau itu akhirnya terwujud, insya Allah partai yang rawan itu akan tersingkir secara alami, hilang," pungkasnya.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.