Usai Putusan MK, Perdebatan soal Pilpres Harus Diakhiri

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 29 Juni 2019 11:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 29 605 2072514 usai-putusan-mk-perdebatan-soal-pilpres-harus-diakhiri-ke2eknQJ4o.jfif Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto (foto: Okezone)

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Syaiful Bahri Anshori meminta kepada seluruh pihak untuk mengakhiri perdebatan terkait Pilpres 2019. Hal itu mengingat sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) telah diputuskan dan hasilnya menolak seluruh gugatan yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

"Harus diakui bahwa pilpres kali ini menghasilkan polarisasi yang sangat kentara di tengah masyarakat. Maka dengan hasil putusan MK ini adalah momentum untuk mengakhiri konflik, maupun hasutan tentang kecurangan Pemilu,” katanya, Sabtu (29/6/2019).

Baca Juga: Jadi Oposisi atau Gabung ke Jokowi, Gerindra: Keputusannya di Tangan Prabowo 

Ia berharap seluruh pihak untuk menerima keputusan tersebut. Sebab, putusan itu bersifat final dan mengikat.

“Saya berharap semua pihak mau menerima putusan MK, dan perdebatan mengenai hasil pemilu telah selesai,” ujarnya.

9 Hakim MK Sepakat Bacakan Putusan Sengketa Pilpres 2019 Hari Ini 

Ia mengajak kepada seluruh pendukung Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma'ruf untuk kembali bersatu dalam membangun Indonesia.

“Jangan sampai energi bangsa ini habis gara-gara urusan Pilpres. Mari kita bersama-sama bersatu, membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” kata dia.

Baca Juga: Prabowo Bubarkan Koalisi Indonesia Adil Makmur 

Seperti diketahui, berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional untuk Pilpres 2019 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pasangan Jokowi-Ma’ruf dengan nomor urut 01 unggul dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Pasangan nomor urut 01 memperoleh 85.607.362 atau 55,50 persen suara, sedangkan perolehan suara pasangan nomor urut 02 sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen suara. Selisih suara kedua pasangan mencapai 16.957.123 atau 11 persen suara.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini