nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak 12 Tahun Diperkosa hingga Hamil di Jambi

Azhari Sultan, Jurnalis · Minggu 30 Juni 2019 22:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 30 340 2072841 anak-12-tahun-diperkosa-hingga-hamil-di-jambi-9ZX0KqhIV8.jpg

JAMBI - Pencabulan terhadap anak di bawah umur terjadi di Jambi. Sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya), warga Kecamatan Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Jambi harus menanggung malu hamil di luar nikah.

Betapa tidak, anak baru gede (ABG) berusia 12 tahun tersebut disetubuhi seorang remaja bernama M Edo Hikmawan (19). Tidak hanya sekali, warga Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi tersebut melakukan aksi bejatnya hingga empat kali, hingga korban yang masih belia tersebut hamil.

Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Dhadhag Abindito saat dihubungi mengakui adanya kejadian tersebut. “Iya, kita ada mengamankan pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur,” kata ujarnya, Minggu (30/6/2019).

ilustrasi

Menurutnya, penangkapan pelaku tersebut berdasarkan laporan orangtua korban kepada pihak kepolisian dengan Laporan Polisi Nomor: LP/41/VI/SPKT/Res Batanghari tanggal 10 Juni 2019 lalu.

“Dari laporan tersebut, anggota kita langsung bergerak dan pada tanggal 11 Juni 2019 sekitar pukul 14.30 WIB anggota Reskrim Polres mendapat informasi bahwa pelaku berada di rumahnya,” ujar Dhadhag.

Tidak menunggu lama lagi, petugas bergerak cepat. Akhirnya, pelaku tanpa perlawanan berhasil diringkus berikut barang buktinya.

Informasi yang didapat, kejadian tersebut pertama kali terjadi pada tanggal 20 April 2019. Saat itu, Mawar dan Edo baru pulang dari jalan-jalan dan langsung diajak ke rumah pelaku. Di dalam rumah, pelaku tanpa basa-basi langsung mengajak korban berhubungan intim.

Sempat adu mulut karena menolak, Mawar yang tak berkutik langsung diperkosa pelaku di dalam kamarnya. Tak cuma sekali, perbuatan pelaku bahkan dilakukan hingga empat kali. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini tersangka harus mendekam di sel tahanan Polres Batanghari.

“Akibat perbuatannya, pelaku kita jerat dengan Pasal 81 ayat 1 Jo Pasal 76D undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman penjara 15 tahun penjara,” tegas Dhadhag.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini