Baca Juga: Soal Caketum Golkar, Bamsoet: Pak Celi Santai Saja
Pangi berpendapat Airlangga kurang piawai membaca arah mata angin. “Kalau bicara Airlangga, dia menjadi ketua umum yang tak ada efek ketokohannya, tak ada hasil tangan dinginnya yang bisa diakui dan dilihat,” tuturnya.
Kendati begitu, Pangi menegaskan, Golkar tetap memiliki kontribusi terhadap kemenangan Jokowi di Pilpres 2019. Hanya saja, peran Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga dinilai kurang tampak dalam memenangkan calon presiden petahana itu. “Jadi tangan dingin Golkar tak dominan, tak signifikan angkat kemenangan Jokowi. Di Banyak daerah justru (Jokowi) kalah,” tukas Pangi.
Berdasarkan rekapitulasi hasil Pemilu 2019, Golkar berada di posisi ketiga dengan perolehan suara nasional 17.229.789 atau 12,31 persen. Jika dikonversikan pada kursi Golkar hanya meraih 85 kursi. Dengan demikian, Golkar kehilangan 6 kursi di DPR karena pada Pemilu 2014 Golkar meraih 91 kursi DPR RI.
(Angkasa Yudhistira)