nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria Paruh Baya Ditangkap Polisi karena Sengaja Bakar Lahan Gambut

Antara, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 03:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 04 340 2074809 pria-paruh-baya-ditangkap-polisi-karena-sengaja-bakar-lahan-gambut-e1KKZDaZma.jpg ilustrasi (Foto: Okezone)

SAMPIT - Seorang warga Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), berinisial Wgn (58) ditangkap polisi. Penyebabnya, dia kedapatan sengaja membakar lahan.

"Ada satu orang ditangkap dan satu orang dalam pencarian," kata Kapolres Kotim, AKBP Mohammad Rommel disitat dari Antaranews, Kamis (4/7/2019).

Penangkapan ini berawal ketika anggota Polsek Jaya Karya melakukan patroli melintasi Desa Desa Handil Sohor RT 14/RW 04 pada Senin 1 Juli 2019 lalu. Saat ditemukan lahan tersebut terbakar dengan areal cukup luas. Lahan yang terbakar berupa lahan gambut ditumbuhi semak belukar. Luas lahan yang terbakar diperkirakan berukuran 40x75 meter.

Polisi kemudian menyelidiki dengan meminta keterangan beberapa saksi. Didapat informasi, kebakaran lahan itu diduga akibat ulah tersangka yang membersihkan lahan. Diduga, tersangka membakar lahan tersebut pada Sabtu 29 Juni 2019 pagi untuk membersihkan lahan. Tersangka kemudian meninggalkan lahan yang sedang terbakar dan api terus menjalar sehingga meluas ke lahan di sekitarnya.

Kebakaran Hutan

Kebakaran di lahan gambut itu terus terjadi hingga petugas mendapatinya saat berpatroli dua hari kemudian atau Senin 1 Juli 2019. Atas dasar itulah polisi kemudian mendatangi dan menahan Wgn. Polisi bersama warga kemudian memadamkan sisa kebakaran di lokasi itu. Polisi juga mengambil sampel abu bekas kebakaran sebagai barang bukti.

"Lahan yang terbakar sudah dipasang spanduk tanda bahwa lahan itu dalam pengawasan karena terkait penyidikan. Selain itu juga dipasang garis polisi di lokasi. Sedangkan pelaku dijerat Pasal 188 KUHPidana," kata dia.

Tindakan tegas ini diharapkan bisa memberikan efek jera bagi pelaku dan yang lainnya sehingga tidak ada lagi yang membakar lahan. Langkah ini merupakan bagian upaya pencegahan agar kebakaran lahan dan kabut asap tidak sampai terjadi.

Sementara itu, pemerintah daerah telah meningkatkan status waspada kebakaran hutan dan lahan menjadi siaga darurat bencana sejak 3 Juli hingga 30 Oktober. Peningkatan status siaga karena potensi kebakaran lahan di kabupaten ini dinilai kian meningkat.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini