Yudi juga menanggapi ultimatum dari pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang menuding pembuatan kartu tersebut ilegal. Kata dia, program pembuatan KTP-PS untuk relawa sempat diajukan ke BPN pada akhir 2018 namun ditolak dengan alasan kesibukan.
"Saya sudah masukkan ini ke BPN sebagai program tapi ditolak kasarnya. Kita sebagai relawan tidak ada urusan dengan Partai Gerindra. Saya relawan, saya ingin mengkampanyekan Prabowo-Sandi terus mau bikin kaus, apa harus bilang dulu? Nah prodak kita kartu masa kita taruh gambar kucing? Terus dibilang tanpa izin? Izin gimana kan kita relawan," kata dia.
Yudi pun kembali menegaskan jika pembuatan KTP-PS ini murni dari relawan dan tidak ada kaitannya dengan Partai Gerindra. Rencananya, sore ini pihaknya akan bertemu dengan Tim Advokasi BPN Prabowo-Sansi terkait permasalahan tersebut.
"Hari saya ke advokasi BPN. Kita akan koordinasikan dengan BPN, apakah akan dilanjut, diambil alih atau bagaimana lihat nanti," ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)