Petugas dari Lembaga Komando Bersenjata Las Palmas de Gran Canaria dilaporkan telah mengidentifikasi pelaku seorang anak, berusia 11 tahun, yang telah diwawancarai bersama dengan orang tuanya.
Baca Juga: Payudara Menyembul, Perempuan Ini Diusir dari Pesawat
Baca Juga: Ngamuk, Pria Ini Ancam Bunuh Semua Penumpang Pesawat
Otoritas bandara AENA mengatakan bandara Fuerteventura tetap beroperasi usai ada ancaman bom palsu.
Seorang pria di dalam pesawat mengatakan kepada Canarias7, bahwa mereka sedang menunggu pesawat itu lepas landas ketika penumpang lain melipat meja lipast di kursinya dan menemukan catatan tulisan tangan tertulis, "ada bom di dalam pesawat". "Tertanda, teroris".
Seorang pramugari melaporkan kejadian itu kepada pilot yang mengatakan protokol darurat harus dijalankan dan meminta semua penumpang untuk turun.
"Semua orang sangat baik, tidak ada kepanikan," kliam dia mengutip The Sun, Jumat (5/7/2019).
Mereka kemudian diberi tahu bahwa bocah itu telah menulis ancaman bom hanya untuk lelucon. Tidak diketahui apakah ia akan dituntut penjara.