nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Momen Jet Rusia Cegat Pesawat Mata-Mata Milik Amerika Serikat

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 06 Juli 2019 20:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 06 18 2075523 momen-jet-rusia-cegat-pesawat-mata-mata-milik-amerika-serikat-hgdtTdvmBX.jpg Jet Rusia cegat pesawat mata-mata AS. Foto/Daily Mail/West2East News

MOSKOW - Ini momen jet tempur Rusia mencegat sebuah pesawat mata-mata AS yang terbang dekat ke semenanjung Krimea.

Kementerian Pertahanan Rusia merilis foto dan video sebuah jet Sukhoi SU-27 yang mendekati pesawat pengintai P-8A Poseidon.

Itu terjadi ketika pasukan Rusia dan NATO—termasuk AS—berpartisipasi dalam latihan militer di Laut Hitam, Semenanjung Krimea.

“Sebuah jet tempur Su-27 sebagai bagian dari pertahanan udara Distrik Militer Selatan mencegat target,” demikian pernyataan Kementerian pertahanan Rusia mengatakan, mengutip Daily Mail, Sabtu (6/7/2019).

"Awak pesawat menerbangkan pesawat dari jarak yang aman ke target udara dan mengidentifikasinya sebagai jet pengintai Poseidon P-8A AS."

Foto/Daily Mail

Rusia mengklaim pesawat perang AS segera mengubah arah penerbangannya untuk terbang jauh dari perbatasan negara Rusia.

Baca JugaKapal Selam Milik Angkatan Laut Rusia Terbakar, 14 Kru Kapal Tewas

Baca JugaPejabat Cantik Rusia Dipecat Setelah Berfoto Telanjang untuk Majalah Playboy

Surat kabar militer Rusia Red Star mengklaim pesawat tempur Kremlin telah diacak tiga kali dalam sepekan terakhir untuk memblokir pesawat asing agar tidak memasuki wilayah udara Rusia secara ilegal.

Moskow mengklaim 26 pesawat pengintai asing telah ditemukan oleh pasukan Rusia di dekat wilayah udaranya selama tujuh hari terakhir.

Pada pertengahan Juni, jet tempur SU-27 mencegat pesawat pembom AS yang mendekati Laut Baltik dan Laut Hitam.

Rusia mencaplok Crimea dari Ukraina pada 2014 setelah pemerintah Viktor Yanukovych yang bersahabat dengan Moskow digulingkan dalam sebuah revolusi.

Kremlin mengklaim Crimea sebagai wilayah Rusia setelah referendum menunjukkan dukungan besar untuk langkah tersebut.

Namun para pemimpin UE dan AS mengatakan pemilihan itu dilakukan dengan todongan senjata dan memandang kehadiran Rusia di sana sebagai pendudukan ilegal.

 

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini