nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG Ungkap Jenis dan Penyebab Gempa M7,0 Ternate

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 05:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 08 340 2075853 bmkg-ungkap-jenis-dan-penyebab-gempa-m7-0-ternate-5rI3U5jaco.jpg Kepala BNPB Dwikorita Karnawati. (Foto: Twitter @dwiko_rita)

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 di Ternate, Maluku Utara, merupakan jenis gempa dangkal.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers di kantornya, Senin (8/7/2019) dini hari.

Baca juga: Ada 19 Kali Gempa Susulan Pascagempa M7,0 Ternate 

Adapun lokasi titik gempa berada di 0,53 LU – 126,18 BT didasar laut pada kedalaman 49 km berjarak 133 km arah barat Kota Ternate.

Dwikorita menjelaskan, gempa itu terjadi lantaran deformasi kerak bumi pada lempeng laut Maluku. Gempa ini memiliki mekanisme sesar naik akibat adanya tekanan lempeng mikro Halmahera ke arah barat dan tekanan Sangihe ke arah timur.

Ilustrasi gempa. (Foto: Shutterstock)

"Akibatnya lempeng laut Maluku terjepit hingga membentuk double subdoction ke bawah Halmahera dan ke bawah Sangihe," ujar Dwikorita.

BMKG resmi mencabut peringatan potensi tsunami pascagempa bumi magnitudo 7,0 di Ternate pada pukul 00.09 WIB. Peringatan itu dicabut setelah melakukan pemantauan muka air laut selama dua jam.

"Peringatan dini potensi tsunami diakhiri pada pukul 00.09 WIB Senin dini hari," ucap Dwikorita.

Baca juga: BMKG Cabut Peringatan Tsunami Gempa M7,0 Setelah Memantau Muka Air Laut

Pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 itu, BMKG langsung melakukan pemantauan di wilayah yang mengalami potensi tsunami, yakni Minahasa Selatan dan Minahasa Utara bagian selatan.

Dicabutnya peringatan dini potensi tsunami itu setelah dilakukan pemantauan hasil monitoring perubahan muka air laut pada enam Stasiun Tide Gauge di Bitung, Tobelo, Ternate, Taliabu, Jailolo, dan Sanana.

"Setelah pemantauan dan monitoring selama dua jam tidak adanya anomaly, sehingga peringatan potensi tsunami dicabut," ujar Dwikorita.

Namun demikian, BMKG tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai adanya gempa susulan yang terjadi. Selain itu, warga juga diminta tidak termakan informasi liar yang kebenarannya tidak valid.

"Juga tentunya masyaakat tetap tenang dan tidak terpengaruh atas isu yang tidak benar. Pastikan informasi resmi dari BMKG yang disebarkan oleh kanal terverifikasi yaitu Instagram, Twitter, dan website," tutup Dwikorita.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini