nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hingga Juni 2019, Arab Saudi Sudah Eksekusi Mati 122 Orang

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 12:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 10 18 2076992 hingga-juni-2019-arab-saudi-sudah-eksekusi-mati-122-orang-jzEMqO3H4q.jpg Seorang perempuan memegang bendera Arab Saudi. Foto/Reuters

RIYADH - Arab Saudi telah mengeksekusi 122 orang dalam enam bulan pertama 2019 menjadikan awal paling berdarah di kerajaan Arab sejak 2014.

Di antara mereka yang dieksekusi adalah enam anak di bawah umur, tiga wanita, dan 51 orang dengan kasus narkoba.

Pada Tahun lalu Arab Saudi dalam perioden yang sama ada 55 orang yang dieksekusi mati.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman sebelumnya berjanji untuk mengurangi hukuman mati.

Angka-angka tersebut dirilis oleh kelompok aktivis Organisasi Hak Asasi Manusia Saudi Eropa (ESOHR), yang mengatakan prihatin atas sikap pemerintah Saudi yang menambah hukuman mati tahun ini, mengutip Daily Mail, Rabu (10/7/2019).

Arab Saudi mengeksekusi 41 orang pada paruh pertama 2017, 88 selama periode yang sama pada 2016, dan 103 untuk enam bulan pertama 2015.

Baca JugaAda Bukti Putra Mahkota Saudi Terlibat Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi

Baca JugaDitahan Sejak Berumur 13 tahun, Remaja Arab Saudi Terancam Hukuman Mati

Jika tren yang sama diulangi pada paruh kedua tahun ini, 2019 akan menjadi tahun tersibuk bagi algojo Saudi.

Kelompok itu mengatakan setidaknya 23 orang menunggu hukuman mati, termasuk tiga ana-anak.

Tidak jelas apakah kasus-kasus itu melibatkan terdakwa yang masih anak-anak, atau mereka ditangkap saat masih anak-anak.

Foto/Reuters

Pada 23 April 2019, Arab Saudi mengeksekusi 37 orang, sebagian besar dituduh melakukan kejahatan politik karena terlibat dalam demontrasi Musim Semi Arab 2011 dan 2012.

Setidaknya satu mayat disalibkan dan dipajang setelah eksekusi.

Sebanyak 58 warga negara asing juga dihukum mati tahun ini, sebagian besar dituduh menyebarkan Islam Syiah yang merupakan kejahatan di Arab Saudi yang menganut Islam Sunni.

Di antara orang asing yang tewas adalah 21 Pakistan, 15 Yaman, lima dari Suriah dan empat dari Mesir.

Dua orang Jordan, dua orang Nigeria, seorang Somalia dan dua dari negara-negara tak dikenal juga termasuk dalam angka-angka itu.

Meningkatnya angka kematian datang meski Pangeran Salman telah berjanji dalam sebuah wawancara dengan majalah Time pada April 2018 untuk meminimalkan penggunaan hukuman mati.

"Ada beberapa area yang bisa kita ubah (atau turunkan hukumannya) dari eksekusi menjadi hukuman seumur hidup," katanya.

“Jadi kami bekerja selama dua tahun melalui pemerintah dan juga parlemen Saudi untuk membangun undang-undang baru di daerah itu.”

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini