nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ramai Video Penyiksaan Anjing Diduga di Solo, Ini Kata Wali Kota Rudy

Agregasi Solopos, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 16:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 10 512 2077127 ramai-video-penyiksaan-anjing-diduga-di-solo-ini-kata-wali-kota-rudy-urQJROSXi3.jpg Tangkapan Layar Video Penyiksaan Anjing yang Viral di Medsos (foto: Istimewa)

SOLO - Beredar video viral penyiksaan anjing yang disebut-sebut berlokasi di Kota Solo, Jawa Tengah. Dalam video berdurasi 30 detik itu, seorang pria terlihat mengambil seekor anjing dari kandang besi menggunakan besi pencapit.

Pria berpakaian abu-abu itu kemudian memukul moncong dan kepala anjing hingga tak bergerak lagi. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo bereaksi atas beredarnya video viral penyiksaan anjing terebut. Dia memastikan video itu bukan diambil di Solo, melainkan dari daerah lain.

Baca Juga: Rencana Bupati Karanganyar Tutup Warung Daging Anjing Ditolak Pedagang 

“Bukan. Itu ternyata bukan di Solo. Sepertinya di Pasar Tomohon (Sulawesi Utara). Saya dikirimi video itu dari Bu Wenny (Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Solo). Nah, untuk Solo sendiri, persoalan warung daging anjing itu kami masih mencari solusi,” kata pria yang akrab disapa Rudy kepada wartawan, Selasa 9 Juli 2019.

Rudy menyebut, belum mendapatkan laporan lebih lanjut terkait warung daging anjing. Sedianya, Dispertan KPP yang menyusun masukan itu sebagai dasar mengambil langkah lanjutan. Misalnya, cara dan proses yang tidak benar saat mengolah daging anjing dapat menjadi dasar.

“Solusinya masih dicari. Tapi enggak bisa langsung tutup grek. Saya rasa setelah kebijakan Karanganyar menutup warung daging anjing, jumlahnya sudah berkurang,” paparnya.

Rudy mengakui, banyak masyarakat yang memelintir rencana penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwali). Lembaran tersebut salah satunya meminta pedagang untuk mengecek kondisi anjing yang akan disembelih, apakah bebas rabies atau sebaliknya.

“Kalau berpenyakit ya tidak boleh disembelih,” ucap Wali Kota Rudy.

Dia menjelaskan, penutupan tak bisa dilakukan tanpa regulasi. Terlebih, apabila pedagang itu diketahui tidak melanggar aturan apa pun.

“Kalau mau menutup ya harus pakai solusi. Ini soal pekerjaan orang, ngopeni anak bojo [memelihara anak dan istri]. Kalau ditutup apa dia bisa makan? Ya, harus ada pembinaan dan sebagainya. Mau melakukan apa saja harus ada solusinya. Beli tanah saja pakai kajian dan analisa, menutup warung juga harus ada solusi,” ungkap Rudy.

Sebelumnya, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dispertan KPP Kota Solo, Evy Nurwulandari, mengatakan ada 22 warung yang menjual olahan daging anjing di Solo. Puluhan warung itu per harinya membutuhkan pasokan 84 ekor anjing. Jumlah tersebut berdasarkan pendataan yang dilakukan hingga April lalu.

“Solo saja 22 warung. Mayoritas menyembelih sendiri dan beberapa mengambil pasokan daging dari warung besar. Jadi, warung-warung kecil itu nempil (mengambil dalam jumlah kecil). Warung terbesar di daerah Nusukan sampai 30-35 ekor per hari. Terbesar kedua warung di daerah Gilingan sekitar 20an ekor,” kata dia, kepada wartawan, Jumat 28 Juni 2019.

Baca Juga: Masih Jadi Polemik, Pedagang Satai Gukguk di Karanganyar Pilih Tutup Sementara Warung 

Evy mengakui para pemilik warung tidak menggunakan tata cara penyembelihan hewan yang baik. Anjing dipukul moncongnya agar tidak menggonggong dan melawan, baru disembelih. Ada juga yang sudah mati baru disembelih.

“Mereka sebenarnya sadar kalau banyak penolakan (menjual daging anjing). Tapi, keuntungannya besar. Permintaan juga banyak. Saya rasa kalau diajak beralihusaha, cukup sulit. Kalau konsumen sudah tidak ada, lama kelamaan mereka pasti tutup karena tidak ada permintaan,” ucap Evy.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini