nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menpar Arief Yahya Optimis Kunjungan Wisman New Zealand ke Indonesia Meningkat

Jum'at 12 Juli 2019 13:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 12 1 2078032 menpar-arief-yahya-optimis-kunjungan-wisman-new-zealand-ke-indonesia-meningkat-3WhvPr6dcM.jpg Foto: dok.Humas Kemenpar

AUCKLAND – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menghadiri pameran perdagangan, investasi, pariwisata dan budaya Pacific Exposition 2019 di Kota Auckland, New Zealand, pada 11-14 Juli 2019. Di sela acara itu ia memetakan potensi kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) asal negara tersebut ke Indonesia.

Menurut pengamatan Arief, warga New Zealand lebih suka wisata adventure, outdoor, alam, dan sebagian besar destinasi yang dibangun di sana berbasis pada alam. Karena itu tagline national brand-nya New Zealand adalah Pure 100%.

Kemudian soal budaya atau kebiasaan, warga New Zealand dinilai sangat toleran dan multikultural. Seperti Suku Maori dan suku lain yang hidup berdampingan dan saling menghormati di sana.

“Dalam hal budaya, New Zealand sangat toleran. Bisnis mereka lebih banyak di farming atau peternakan biri-biri dan sapi, juga pertanian. Ekosistem industrinya sudah menemukan nilai keekonomian,” katanya.

Arief Yahya juga mengamati bahwa di Kota Auckland tidak banyak mal, tidak seperti kota-kota besar di Indonesia. “Rupanya mereka tidak terlalu suka ngumpul di mal atau pusat perbelanjaan. Kultur mereka lebih asyik makan bersama, di cafe, bercerita, fashion-nya juga cukup sederhana, tidak brand minded,” jelasnya.

Wisman New Zealand pengeluaran rata-rata rata-rata warganya USD 1.500. “Maka kita akan semakin serius menggarap New Zealand sebagai originasi yang potensial untuk menaikkan ASPA, average spending per arrival (Red. Pengeluaran rata-rata wisatawan mancanegara per kunjungan) ke Indonesia,” kata Arief Yahya.

Ia yakin jumlah kunjungaan wisman New Zealand ke Indonesia bisa ditingkatkan, sebab Kemenpar sudah melakukan kampanye wisata alam yang tepat. “Ini semakin mengkonfirmasi bahwa digital campaigne kita yang menonjolkan alam untuk target market New Zealand sudah tepat. Tentu tidak mungkin 100% alam, harus ada sentuhan budaya dan hospitality yang menjadi kekuatan Indonesia,” ungkap mantan Dirut PT Telkom ini.

Sementara itu perlu diketahui arus wisman New Zealand ke Indonesia sedang dalam tren positif. “Saya sudah melihat angka-angkanya, New Zealand naik bagus sekali. Tahun 2017 pertama kali tembus di atas 100 ribu, persisnya saya bulatkan 107 ribu wisman, atau persianya 106.9 ribu wisman. Trend nya naik terus, karena itu saya datang ke Auckland,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Crowne Hotel Auckland.

Pada 2018 kunjungan wisman New Zealand ke Indonesia naik lagi menjadi 128 ribu atau 20% dibanding 2017 yang sudah 107 ribu. Kesuksesan tersebut didukung oleh infrastruktur yang mendukung adanya penerbangan, direct flight dari Denpasar-Auckland, oleh Emirates. “Lagi-lagi kuncinya adalah direct flights atau akses langsung,” ungkapnya.

Arief pun kini semakin yakin sanggup memenuhi target mendatangkan 145 ribu Wisman New Zealand ke Tanah Air. Optimisme itu muncul setelah grafik menunjukkan pada Januari sampai Mei 2019 ini sudah 42,7 ribu wisman New Zealand yang datang. Angka itu naik 13.26% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini