Seiring berjalannya waktu anjing berkembang biak sehingga menjadi banyak. Anjing kampung bisa beranak tujuh hingga delapan ekor sekali beranak. Kondisi itu membuat pemilik kewalahan mengurusnya.
Akibatnya, mereka menjual anjing-anjing yang berlebih itu kepada bakul dari Wonogiri maupun dari luar daerah atau pemilik warung makan olahan daging anjing. Sampai akhirnya mereka menyadari ternyata anjing memiliki nilai ekonomi.
Pemilik bisa mendapatkan uang Rp250.000 dari hasil menjual satu ekor anjing berusia lebih kurang satu tahun. Bakul atau pemilik warung biasanya membeli anjing kampung dalam kondisi hidup berdasar berat badan.
Baca Juga: Rencana Bupati Karanganyar Tutup Warung Daging Anjing Ditolak Pedagang
Mereka mematok harga Rp25.000/kg. Berat badan satu ekor anjing berusia lebih kurang satu tahun sekitar 10 kg.
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Kelautan (Dislakperna) Wonogiri, Sutardi, menilai banyak anjing yang dijual karena terjadi ledakan populasi. Anjing banyak ditemukan di wilayah yang terdapat hutan.
Warga memelihara anjing untuk mengusir kera dan babi hutan. Seiring berjalannya waktu saat populasi tinggi, anjing dijual karena ada permintaan.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.