Revolusi 4.0, Jajaran Inspektorat Kemenaker Diminta Melek Teknologi

Senin 15 Juli 2019 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 15 1 2079239 revolusi-4-0-jajaran-inspektorat-kemenaker-diminta-melek-teknologi-DqlU55lkdG.jpg Foto: dok.Kemenaker

JAKARTA – Untuk pengembangan kelembagaan dan sumber daya manuasia (SDM) di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Irjen Kemenaker Budi Hartawan mengingatkan jajarannya untuk segera beradaptasi terhadap zaman yang semakin canggih, yakni dengan cara melek teknologi.

Kata dia, pesatnya perkembangan Teknologi Informasi (TI) dalam era revolusi 4.0 menuntut Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dapat berperan lebih efisien dan efektif dalam memberikan assurance dan consulting atas pengendalian, manajemen risiko, dan tata kelola pemerintah

Menurut Budi saat ini masyarakat Indonesia mulai terbiasa mengenal sistem berbasis TI yang diterapkan di lingkungan instansi pemerintah, baik di pusat maupun daerah, seperti e-budgeting, e-procurement, e-payment dan sebagainya.

Oleh karena itu, kata Irjen Budi, peran internal auditor mengalami perubahan dari yang sebelumnya menekankan detective control yaitu mengidentifikasi masalah yang sudah terjadi lalu mencoba memberikan saran untuk mengatasinya (watch dog), menjadi consultant, bahkan juga menjadi catalist pengawasan dengan hasil memberikan nilai tambah.

Tak hanya itu, seiring perkembangan zaman, dunia ketenagakerjaan pun mengalami perubahan. Contohnya, kata bekerja dan hubungan kerja mengalami perubahan dalam definisnya, perubahan tersebut akibat dampak dari berkembangnya perubahan zaman terutama di dunia pekerjaan.

"Maka kita harus berubah menyesuaikan seiring perubahan zaman. Kalau kita tidak mempelajari perubahan pasar kerja di luar, maka kita pasti akan tertinggal," ujar Budi dalam sambutannya pada acara Ngopi (Ngobrol Penuh Inspirasi) bersama keluarga besar Inspektorat Jenderal Kemenakaer di Jakarta, Senin , (15/7/2019).

“Tahun ini kita dihadapkan pada tahun pengembangan SDM . Oleh sebab itu, saya mengajak kepada pegawai dilingkungan Itjen untuk terus memanfaatkan teknologi yang ada saat ini guna menunjang kinerja di lingkungan kelembagaan,” tambahnya.

Budi memberikan contoh negara yang telah memanfaatkan teknologi dalam mengimplementasikan pelayanan birokrasi di negaranya, yakni Estonia. Ia menyampaikan bahwa di negara tersebut telah menerapkan teknologi informasi berbasis aplikasi dalam menjalankan pelayanan pemerintahan.

"Saya melihat dengan dikembangakannya teknologi seperti 5G di dunia saat ini, nantinya di masa depan teknologi ini akan bisa mendeteksi seseorang dengan menggunakan face detection, di mana data informasi dari orang tersebut akan bisa terdeteksi termasuk medical reportnya dll," kata Budi.

Sebagai penutup Budi mengingatkan kepada para pegawai yang ada di lingkungan Itjen agar mengikuti berbagai macam kursus pelatihan berbasis teknologi yang nantinya bermanfaat dalam menunjang kinerja itjen dalam menjalankan tugas.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini