nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sindir Anggota Kongres agar Pulang ke Negara Asal, Donald Trump Dianggap Rasis

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 12:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 15 18 2079009 sindir-anggota-kongres-agar-pulang-ke-negara-asal-donald-trump-dianggap-rasis-wM70z0e4FT.jpg Presiden AS Donald Trump. Foto/Reuters

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyindir sejumlah perempuan kongres dari Partai Demokrat agar pulang ke negara asal.

Trump mengklaim, para perempuan itu “berasal dari negara-negara yang pemerintahannya rusak, yang terburuk, paling korup dan tidak kompeten di mana pun di dunia," tulis Trump di Twitter.

Para perempuan kongres tersebut, yakni Alexandria Ocasio-Cortez dari New York, Ilhan Omar dari Minnesota, Rashida Tlaib dari Michigan dan Ayanna Pressley dari Massachusetts.

Trump tidak menyebut nama dalam komentarnya. Namun dalam sebuah twit, dia mengatakan "membenci Israel dengan hasrat sejati dan tak terkendali," mungkin merujuk pada Omar dan Tlaib, yang baru-baru ini terlibat dalam kontroversi dengan Israel.

Foto/Al Jazeera

Tlaib, yang lahir di Detroit, adalah orang Amerika pertama keturunan Palestina yang terpilih menjadi anggota Kongres, sementara Omar, yang melarikan diri dari Somalia yang dilanda perang sebagai seorang anak dan datang ke Amerika Serikat sebagai pengungsi, adalah wanita Muslim kulit hitam pertama di Kongres.

Ocasio-Cortez, yang lahir di New York, adalah keturunan Puerto Rico, dan Pressley, yang lahir di Cincinnati, adalah orang Afrika-Amerika pertama yang dipilih untuk Kongres dari Massachusetts.

Foto/AFP

Keempatnya membalas Trump di situs Twitter.

"Saya memerangi korupsi di negara kami. Saya melakukannya setiap hari ketika saya meminta pertanggungjawaban admin Anda sebagai anggota Kongres AS," tweet Tlaib.

"Anda menyalakan nasionalisme kulit putih, Anda marah karena orang-orang seperti kami berjuang melawan agenda penuh kebencian Anda," tulis Omar di Twitter.

"Ini rasisme. kami adalah demokrasi," Pressley menulis di atas tangkapan layar tweet Trump.

Sementara Ocasio-Cortez mentwit bahwa Trump "marah karena Anda tidak bisa membayangkan Amerika bagian dari kita."

Yang Dicuit Trump

Dalam utas unggahan yang terdiri dari tiga cuitan, Trump menuduh anggota kongres perempuan itu "dengan kejam" mengkritiknya dan Amerika Serikat.

Dia menulis: "Sangat menarik melihat anggota kongres perempuan Demokrat yang 'progresif', yang berasal dari negara-negara yang pemerintahannya adalah benar-benar malapetaka, yang terburuk, paling korup dan tidak kompeten di dunia (kalaupun mereka memiliki pemerintahan yang benar-benar berfungsi), sekarang dengan lantang dan kejam memberi tahu orang-orang Amerika Serikat, bangsa terbesar dan paling kuat di dunia, bagaimana pemerintah kita harus dijalankan."

"Mengapa mereka tidak kembali dan membantu memperbaiki tempat-tempat yang benar-benar rusak dan penuh dengan kejahatan dari mana mereka datang. Lalu kembali dan tunjukkan kepada kami bagaimana hal itu dilakukan.

"Tempat-tempat ini sangat membutuhkan bantuanmu, kamu tidak bisa pergi dengan cukup cepat. Aku yakin Nancy Pelosi akan sangat senang untuk segera mengatur perjalanan gratis!"

Politisi Demokrat yang mencalonkan diri sebagai calon presiden juga mengecam Trump. Senator Elizabeth Warren mengatakan "komentar jahat" itu adalah "serangan rasis dan xenofobia".

Sementara, Beto O'Rourke berkata, "Ini rasis. Anggota kongres perempuan ini sama Amerika-nya seperti Anda."

Bernie Sanders juga menuduh Trump melakukan rasisme.

Beberapa politisi Republikan pun segera membuat komentar, meskipun kolumnis pendukung Partai Republik Meghan McCain - putri John McCain - mengatakan: "Ini rasis."

"Bahkan jika itu hanya tentang Omar, itu akan tetap rasis. Kita tidak memberi tahu orang-orang bahwa kita menyambut mereka ke negara ini untuk 'kembali'," katanya.

(fzy)

Berita Terkait

Amerika Serikat

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini