Dukungan PA 212 Masih Penting untuk Prabowo
Pengamat politik dari Puskapol Universitas Indonesia, Delia Wildianti, menyebut Prabowo akan tetap mencoba mengakomodasi kepentingan ulama dan PA 212 yang memberi dukungan sangat besar padanya saat pilpres lalu.
Kelompok tersebut sebelumnya aktif berunjuk rasa menuntut pasangan calon Jokowi-Ma'ruf Amin didiskualifikasi dari Pilpres 2019 saat sidang sengketa pilpres di MK berlangsung.
Delia menyebut PA 212 adalah basis pendukung Prabowo yang kuat dan dianggap penting karena terdiri dari ulama-ulama sehingga mampu memengaruhi masyarakat.
Baca juga: PA 212 Sayangkan Prabowo Bertemu Jokowi, Menduga Ada yang Mengkhianati Umat
Dukungan massa Muslim itu, ujar dia, sangat penting untuk Prabowo dan juga partainya Gerindra, kala memutuskan menjadi oposisi pemerintah. Misalnya, saat Gerindra beradu soal kebijakan di parlemen dengan partai pendukung pemerintah.
"Kalau sampai (PA 212) meninggalkan (Prabowo), saya rasa tidak sampai ke situ, karena Prabowo juga pastinya akan mencoba untuk mengakomodasi banyak kepentingan tadi yang harus dia selamatkan," kata Delia.
Ia menilai saat pilpres lalu, kedua belah pihak, yakni kubu Prabowo dan PA 212, saling memanfaatkan momentum. Prabowo, ujar Delia, membutuhkan dukungan massa yang besar.
Di sisi lain, lanjut dia, kelompok PA 212 memiliki beberapa kepentingan yang tidak dapat diakomodasi kubu Jokowi, seperti pemulangan pemimpin FPI, Habib Rizieq Shihab, ke Indonesia.
Baca juga: Menhub Ungkap 3 Inisiator "Rekonsiliasi MRT" Jokowi-Prabowo

Oleh karena itu, ujar Delia, mereka menyatakan dukungan ke Prabowo dan politik identitas menjadi sangat kuat pada Pilpres 2019.
"Kalau mereka (PA 212) dikatakan berpolitik, ya berpolitik, karena mereka berkepentingan, dan kepentingan itu dititipkan pada kontestan pemilu," ujarnya.
(Hantoro)