PA 212 Kecewa Prabowo Bertemu Jokowi, TKN: Tidak Siap Berdemokrasi

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 15 Juli 2019 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 15 605 2078932 pa-212-kecewa-prabowo-bertemu-jokowi-tkn-tidak-siap-berdemokrasi-HilF4LCGTT.JPG Prabowo Subianto dan Joko Widodo bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan (Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Setpres RI)

JAKARTA - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin mengaku kecewa dengan pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu 13 Mei 2019. Sebab, dirinya mengaku sama sekali tidak mendapatkan informasi rencana pertemuan itu.

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago menilai PA 212 jelas tidak siap dalam menjalankan demokrasi menyusul sikap tidak menerima pertemuan Prabowo dan Jokowi.

“Tidak siap berdemokrasi,” kata Irma kepada Okezone di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Sebelumnya Jubir PA 212, Novel Bamukmin mengaku, pihaknya kecewa lantaran Prabowo tidak memberitahukan ihwal pertemuan itu. Padahal, pihaknya merasa telah berjuang bersama mendukung Prabowo pada Pilpres 2019.

Jokowi dan Prabowo

Lebih lanjut, politikus Partai Nasdem itu juga menilai PA 212 bukan hanya tidak siap berdemokrasi, namun dia menduga kelompok tersebut mempunyai kepentingan sendiri saat kontestasi Pilpres 2019 lalu.

“Tapi mungkin memiliki kepentingan sendiri di luar kepentingan kontestasi pemilu,” ujar dia.

Irma mengimbau seluruh elemen bangsa Indonesia tetap patuh kepada Pancasila sebagai dasar negara. Sebagaimana pidato Presiden Jokowi saat acara ‘Visi Indonesia’ yang di mana ia menegaskan Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa.

Jika nantinya ada kelompok yang tidak patuh kepada Pancasila dan tak menginginkan adanya persatuan antara kedua belah pihak yang sebelumnya bersaing pada Pilpres 2019, maka kata Irma lebih baik kelompok tersebut 'dibersihkan' dari NKRI.

“Kelompok ini harus dibersihkan dari NKRI, karena pendiri bangsa ini sudah menetapkan ideologi kita adalah Pancasila. Jika masih merongrong, pemerintah harus tegas nyatakan mereka sebagai kelompok yang akan menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa," katanya menandaskan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini