nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Redam Kejahatan Geng, Seorang Uskup Ingin Siram Kota dengan Air Suci dari Helikopter

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 09:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 17 18 2080231 redam-kejahatan-geng-seorang-uskup-ingin-siram-kota-dengan-air-suci-dari-helikopter-IeSrffnruO.jpg Uskup Jaramillo Montoya keliling menggunakan mobil pemadam kebakaran untuk mengusir setan. Foto/Mirror

BUENAVENTURA – Seorang uskup dari Kolombia berandai bisa menyiram air suci dari atas kota untuk meredam kejahatan yang dianggapnya berasal dari “setan.”

Monsinyur Rubén Darío Jaramillo Montoya menjadi berita utama ketika dia ingin terbang di atas Kota Buenaventura dengan helikopter untuk menuangkan air suci.

"Kami ingin mengelilingi seluruh Buenventura dari udara dan menuangkan air suci dari atas untuk melihat apakah kami bisa mengusir semua setan yang menghancurkan [kota] pelabuhan kami," katanya mengutip Mirror, Rabu (17/7/2019).

Foto/Mirror

Baca juga: Geng Narkoba Kolombia Beri Imbalan Rp1 Miliar untuk Bunuh Anjing Polisi

Baca juga: Ketua Serikat Dagang Kolombia Tewas Ditembak saat Menonton Anak Main Bola

Uskup berusia 52 tahun itu kini berkeliling di jalan-jalan kota dengan mobil pemadam kebakaran sambil menyiram air suci di jalan dan jalan setapak untuk pengusiran setan.

Foto/Mirror

Dia dilaporkan telah mengunjungi 12 kota, di mana pembantaian, pembunuhan, penembakan dan insiden kekerasan lainnya telah terjadi oleh kelompok geng.

Kota Buenaventura merupakan pelabuhan tersibuk di Kolombia dan menyumbang 60% dari semua impor negara, tapi kota ini miskin karena kekerasan geng.

Dalam setahun terakhir, ada 54 kasus pembunuhan di kota yang memiliki 333.000 penduduk tersebut.

Menurut media setempat, pemberhentian pertama "pengusiran setan", demikian uskup menyebutnya, adalah lingkungan Las Palmas. Wilayah ini di bawah kendali geng selama bertahun-tahun dan menewaskan banyak anak muda.

Pengusaha lokal dilaporkan dipaksa membayar iuran gerombolan gengn, semenatara penduduk yang terlilit utang oleh rentenir akan berakhir tewas karena telat membayar.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini