nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perut Bayi 8 Bulan Membesar karena Gangguan Saluran Empedu, Pengobatannya Perlu Rp2 Miliar

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 14:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 17 244 2080083 perut-bayi-8-bulan-membesar-karena-gangguan-saluran-empedu-pengobatannya-perlu-rp2-miliar-432aOcEfaE.jpg I Gede Dipa Adnyana mengalami gangguan saluran empedu dan memerlukan miliaran rupiah untuk pengobatannya. (BP/nan)

AMLAPURA – Nasib malang dialami bayi berusia 8 bulan, I Gede Dipa Adnyana. Balita asal Dusun Singar, Desa Nongan, Rendang, Karangasem, itu didiagnosis menderita gangguan saluran empedu yang merusak sel hati.

Orangtua Adnyana, I Gede Putu Wirawan didampingi istri Ni Ketut Sudiani, menuturkan perut anaknya semakin membesar ketika menginjak usia 3 bulan. Kata dia, gejala awalnya kulit anaknya kekuning-kuningan. Selanjutnya perut terus membesar dan keras.

“Kalau siang perut anak saya lembek. Kalau malam hari agak keras,” ucapnya, melansir Balipost, Rabu (17/7/2019).

Wirawan mengatakan, pihaknya sudah sempat membawa anaknya ke RSUP Sanglah Denpasar untuk berobat. Kata dia, dokter meminta dirinya menyiapkan biaya Rp2 miliar untuk pengobatan anaknya.

Ilustrasi

Dana sebesar itu, lanjutnya, untuk tindakan transplantasi hati dan membuat saluran empedu baru. “Saya dimnita menyiapkan uang sebesar itu oleh dokter,” ujarnya.

Menurut Wirawan, ia belum bisa menyiapkan uang sebesar itu. Ia sempat berharap bisa ditanggung JKN-KIS. Tapi, JKN-KIS tidak bisa menanggung semua pengobatan itu. Pasalnya, JKN-KIS dikatakan hanya bisa menanggung sebesar Rp 800 juta.

“Itu baru dokter yang bilang seperti itu. Saya belum sempat berkonsultasi dengan BPJS Kesehatan,” katanya.


Baca Juga : Mayat Bayi Ditemukan di Teras Majelis Taklim dengan Ari-Ari di Toples

Anaknya, jelas Wirawan, sempat menjalani perawatan sepekan di RSUP Sanglah. Namun, pada 29 Juni 2019 diajak pulang. Saat ini, anaknya hanya menjalani rawat jalan mencari obat di RSUD Klungkung.

Wirawan pun mengaku sempat mengajak anaknya berobat ke balian (orang pintar) agar anaknya bisa sembuh. Tapi balian bilang sakit yang diderita anaknya murni medis dan bukan nonmedis.

“Saya ajak anak saya berobat ke enam balian di sejumlah kabupaten. Semuanya bilang tidak ada penyakit nonmedis,” ujarnya.


Baca Juga : Polisi Tangkap Orangtua yang Telantarkan Balita di Kembangan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini