nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cabuli Anaknya Selama 5 Tahun, Pria Ini Ditangkap Polisi

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 00:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 17 512 2080288 cabuli-anaknya-selama-5-tahun-pria-ini-ditangkap-polisi-tNPX1sIiVh.jpg Pramono (40) tersangka kasus pencabulan anak kandung saat ditanya Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono. (krjogja.com/Edy Susanto)

SALATIGA – Pramono (40) warga Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, tega mencabuli anak kandungnya sendiri Er (15), dalam 5 tahun terakhir.

Kasus ini dilaporkan ibu korban ke Polres Salatiga. Tersangka diringkus dan dijebloskan ke sel tahanan. Keterangan yang dihimpun krjogja.com saat gelar perkara di Polres Salatiga, Rabu (17/07/2019), disebutkan aksi tidak manusiawi yang dilakukan Pramono dilakukan sejak 2014 hingga 2019 atau saat korban berusia 10 tahun.

Kasus ini terbongkar setelah pencabulan yang dilakukannya terhadap anak gadisnya ini diketahui oleh El (32), istri pelaku yang juga ibu kandung korban. Aksi bejat pelaku dilaporkan ibu korban ke Polres Salatiga dan dilakukan penangkapan.

Kapolres Salatiga, AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, perbuatan bejat yang dilakukan seorang ayah terhadap anak kandungnya ini terbongkar pada Juni 2019 lalu dan dilakukan pemeriksaan pengumpulan barang bukti dan visum. Tersangka akhirnya mengakui perbuatannya dan dilakukan penahanan.

Ilustrasi

"Dari pengakuan korban perbuatan pencabulan yang diakukan ayahnya ini sejak 2014 silam sampai 2019. Perbuatan ini dilakukan di rumah secara pelaku yang saat itu ibu korban sedang bekerja,” tutur AKBP Gatot Hendro Hartono kepada para wartawan, Rabu (17/07/2019).

Akibat perbuatannya ini, tersangka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.


Baca Juga : Remas Payudara Turis, Guru SD Ditangkap di Yogyakarta

Sementara itu, tersangka Pramono mengaku dirinya khilaf dan dilakukan karena tidak punya uang untuk melampiaskan nafsunya, sedangkan istrinya El bekerja di Semarang.

"Saya selama ini pisah ranjang dengan istri, saya khilaf,” tutur Pramono kepada krjogja.com.

Baca Juga : Setelah Bule Belanda, Giliran Mahasiswi Jadi Korban Begal Payudara di Yogyakarta

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini