Rafif berujar momentum kelompok antidemokrasi untuk meraih dukungan sudah hilang pasca Prabowo memutuskan bertemu dengan Jokowi.
"Sementara bagi blok kepentingan politik praktis seperti Gerindra sudah selesai masalah pemilu. Namun bagi organisasi radikal, momentumnya telah hilang," ujarnya.
Penguatan hubungan partai politik dengan organisasi masyarakat, lanjut Rafif, dapat mencegah eksistensi kelompok antidemokrasi di Indonesia.
"Oleh karenanya perlu untuk memperkuat hubungan antara parpol dan ormas sehingga kanal agregasi politik dapat terkumpul di parpol," jelas Rafif.
"Dengan cara ini organisasi antidemokrasi dapat kehilangan ruang gerak," imbuh dia.