Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tanaman Rusak Akibat Suhu Dingin Ekstrem, Petani Sebut Tahun Ini Lebih Parah

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Jum'at, 19 Juli 2019 |09:03 WIB
Tanaman Rusak Akibat Suhu Dingin Ekstrem, Petani Sebut Tahun Ini Lebih Parah
Suhu dingin ekstrem di Kebun Teh Kertasari, Kabupaten Bandung. (Foto: Novrian Arbi/Antara)
A
A
A

SUPRIATNA Dinuri, seorang petani kopi asal Pengalengan, Jawa Barat, mengeluhkan dampak embun es yang muncul di daerahnya akibat cuaca dingin ekstrem yang terjadi beberapa waktu terakhir.

"Khusus untuk tanaman kopi itu menyebabkan pucuk-pucuk kopi, khususnya pucuk kopi muda di daerah-daerah yang terbuka, kena, dan dampaknya pucuk itu hitam seperti terbakar. Dampaknya ya pertumbuhan terhambat, jadi kondisi tanaman itu seperti bonsai," ungkapnya kepada BBC News Indonesia.

Kondisi tersebut tidak berdampak ke panen kopinya saat ini, namun dikatakannya, "Musim dingin ini berkelanjutan sampai September, ke tahun 2020 akan terjadi gagal panen karena tidak ada proses pembungaan."

Suhu dingin ekstrem di perkebunan Kabupaten Bandung. (Foto: Novrian Arbi/Antara)

Ia mengatakan, setiap tahun selama tiga tahun terakhir daerah Pengalengan memang kerap mengalami embun es akibat cuaca dingin di musim kemarau.

Udara dingin dan kering ini berasal dari Australia yang sedang mengalami musim dingin yang disebut monsun dingin di mana sebelumnya aliran ini telah melewati Nusa Tenggara Timur dan Jawa Tengah.

Akibatnya, di siang hari, suhu dapat menjadi sangat panas. Sedang di malam hari menjadi sangat dingin.

"Namun saat malam hari, bumi bergantian melepaskan panas (ke atmosfer). Kondisi demikian menyebabkan suhu di permukaan menjadi turun," ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement