JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengakui bahwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan tidak mudah untuk diungkap.
Menurut dia, walaupun penyidik memiliki CCTV namun tak banyak membantu karena data dari kamera pengawas tersebut tak cukup kuat sebagai bukti untuk menangkap pelaku.
Baca Juga: Jokowi Target 3 Bulan Penyelesaian Kasus Novel, Istana Minta Kapolri 'Hati-Hati'
"Walau ada CCTV sebagai barang bukti tapi juga tidak bisa memberikan data tentang yang menyiram itu. Kalau data tidak diketahui saat aksinya maka polisi mencari ke belakang, sebelum-sebelumnya apa yang bisa dikenali sehingga ada sebuah peristiwa, awalnya mengenali 4 orang dicurigai pelaku," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (19/7/2019).