nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tetapkan 20 Tersangka Penyerangan Anggota TNI-Polri Satgas Karhutla di Jambi

Azhari Sultan, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 13:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 19 340 2080919 polisi-tetapkan-20-tersangka-penyerangan-anggota-tni-polri-satgas-karhutla-di-jambi-8x7BZ12YgL.jpg Polda Jambi merilis senjata api rakitan yang disita dari kelompok masyarakat yang diduga menyerang Satgas Karhutla (Azhari/Okezone)

JAMBI – Polda Jambi menetapkan 20 orang tersangka perusakan dan penganiayaan tiga prajurit TNI dan dua polisi yang tergabung dalam Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Para tersangka adalah bagian dari puluhan orang dari Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang diamankan polisi, pada Kamis 18 Juli kemarin.

"Setelah diperiksa mendalam hingga Subuh tadi pagi, petugas menetapkan 20 tersangka perusakan dan penganiyaan pada akhir pekan lalu," kata Kapolda Jambi Irjen Muchlis dalam jumpa pers di Mapolda Jambi, Jumat (19/7/2019)

Didampingi Gubernur Jambi Fachrori Umar, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen Irwan, Danrem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis Rudi, Kapolda menjelaskan polisi menyita sejumlah barang bukti dari para tersangka, di antaranya 11 pucuk senjata api rakitan berserta amunisi dan 25 senjata tajam.

 Karhutla

"Ini dalam upaya penegakan hukum yang humanis dan terukur dari tim gabungan TNI-Polri," ujar Muchlis.

Baca juga: Puluhan Orang Ditangkap Terkait Penyerangan Anggota TNI-Polri Satgas Karhutla Jambi

Sebelumnya, para Satgas Karhutla diserang sekelompok orang saat berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di segitiga perbatasan Kabupaten Batanghari, Tanjungjabung Barat dan Kabupaten Tebo, lokasi Rah HGU perkebunan PT WKS, Provinsi Jambi, pada 13 Juli lalu. Akibat penganiayaan itu, mereka mengalami luka-luka.

Baca juga: Anggota TNI dan Polisi Satgas Karhutla Diserang Sekelompok Orang di Jambi

Pangdam Sriwijaya Mayjen Irwan menyesalkan aksi penganiayaan dan penjarahan tersebut. "Kita menyesalkan masih adanya perbuatan oknum masyarakat yang melanggar hukum," katanya.

Dia berterima kasih kepada Polda Jambi yang telah menangkap tersangka. "Tidak boleh ada negara dalam negara," ujar Irwan.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini