nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pro-Kontra Penghargaan untuk Benny Wenda, Bagaimana Sikap Tokoh Papua?

Saldi Hermanto, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 17:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 19 340 2081124 pro-kontra-penghargaan-untuk-benny-wenda-bagaimana-sikap-tokoh-papua-0nsjuEvlVi.jpg Benny Wenda saat Berdemonstrasi di London, Inggris (foto: AFP/iNews)

TIMIKA - Aktivis pro-kemerdekaan Papua Benny Wenda mendapat penghargaan dari Dewan Kota Oxford, Inggris. Tokoh Papua, Wilhelmus Pigai menilai pemberian penghargaan itu wajar karena Dewan Kota Oxford menganggap Benny Wenda gencar mengkampanyekan penegakan hak asasi manusia (HAM) di Papua terutama ke luar negeri.

Wilhelmus Pigai juga menganggap sah-sah saja jika pemerintah Indonesia tak suka dengan pemberian penghargaan ke Benny Wenda karena rekam jejaknya yang pernah tersangkut kasus hukum sebelum kabur ke luar negeri.

"Pemerintah Indonesia berpandangan kalau penghargaan yang diberikan itu tidak sesuai, itu wajar-wajar saja," kata Wilhelmus di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Jumat (19/7/2019).

"Artinya, masalah-masalah internal di Indonesia, khususnya di Papua terkait dengan masalah pelanggaran HAM, inikan belum pernah ada penuntasan. Ini juga yang mungkin menjadi bahan kampanye dari kelompok atau saudara-saudara kita yang ada di luar, termasuk Benny Wenda sendiri," sambung dia.

Baca Juga: Indonesia Kecam Pemberian Penghargaan Dewan Kota Oxford Pada Tokoh Separatis Benny Wenda

Menurut Wilhelmus, pemerintah Indonesia seharusnya introspeksi diri kenapa ada pihak luar yang memberikan penghargaan ke warga yang pernah tersangkut kasus hukum di Indonesia seperti Benny Wenda.

"Saya pikir strategi diplomasi Indonesia ke negara-negara luar seperti Inggris, harus direview kembali. Dan ini juga mungkin karena lemahnya strategi diplomasi Indonesia terhadap negara luar seperti Inggris, jadi harus lebih kuat lagi. Sehingga bisa mengantisipasi hal-hal yang dilakukan saudara Benny Wenda seperti di Inggris," urainya.

Dewan Kota Oxford menganugerahkan penghargaan Oxford Freedom of the City Award kepada Benny Wenda, pada 17 Juli 2019. Dia dianggap sebagai juru kampanye damai untuk demokrasi.

Pemerintah Indonesia mengkritik keras keputusan Dewan Kota Oxford memberikan penghargaan kepada Benny Wenda. Pemerintah menilai penghargaan itu diberikan kepada orang yang salah.

Benny Wenda diketahui pernah ditangkap pada 6 Juni 2002 atas tuduhan mengajak massa menyerang kantor polisi dan membakar toko di Abepura, Papua. Dia ditahan dan mengaku disiksa selama di penjara.

Pada 27 Oktober 2002, Benny Wenda kemudian kabur dari Lapas Abepura. Dia kemudian mencari suaka ke Inggris dan menetap di sana bersama anak-anaknya.

“Indonesia mengkritik keras keputusan Dewan Kota Oxford untuk memberikan penghargaan kepada Benny Wenda, seorang aktivis separatis Papua dengan sejumlah catatan kriminal di Papua,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI, pada Kamis 18 Juli 2019.

“Penghargaan ini menunjukkan kegagalan Dewan Kota Oxford untuk memahami rekam jejak orang tersebut dan kondisi aktual, pengembangan, dan peningkatan di Papua dan Papua Barat.”

Kemenlu menyatakan Indonesia masih akan menentang keras separatisme dan tidak akan mundur dalam memperjuangkan NKRI. Pemerintah Inggris melalui Kementerian Luar Negerinya menyatakan Inggris mendukung integritas teritorial Indonesia dan mengakui Papua sebagai bagian dari keutuhan Indonesia.

“Keberadaan Benny Wenda di Inggris bukan berarti bahwa Pemerintah Inggris mendukung posisinya mengenai kedaulatan Papua dan penghargaan yang diberikan Dewan Kota Oxford tidak berpengaruh terhadap kebijakan Pemerintah Inggris. Dewan lokal secara politik bersifat independen dari Pemerintah Pusat sehingga hal ini merupakan urusan Dewan Kota Oxford,” demikian pernyataan disampaikan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini