Pertemuan Jokowi-Prabowo Memberi Kesejukan Pasca Pilpres 2019

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 15:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 19 605 2081031 pertemuan-jokowi-prabowo-memberi-kesejukan-pasca-pilpres-2019-3NQziBpf0N.jpg Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto Bertemu dan Mencoba Kereta MRT dari Stasiun Lebak Bulus menuju Stasiun Istora Mandiri, Jakarta (foto: Ist)

JAKARTA - Momentum pertemuan Jokowi dengan Prabowo Subianto pada Sabtu, 13 Juli 2019 pagi di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, telah membawa angin segar bagi kondisi Indonesia untuk semakin damai.

"Kami ingatkan agar semua lapisan masyarakat harus sadar bahwa pesta demokrasi 5 tahunan memiliki niat tulus untuk kemakmuran dan kemajuan bangsa. Makanya rekonsiliasi diperlukan untuk merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa," kata Ketua Gerakan Mahasiswa (Gema) Indonesia Yusuf Aryadi saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).

Baca Juga: Sekjen Gerindra: Rapat Dewan Pembina Tak Bicarakan Posisi Partai di Pemerintahan 

Seragam Berkemeja Putih, Jokowi dan Prabowo Naik MRT Bareng

Menurut dia, para elite harus bisa memikirkan persoalan lebih besar lagi yakni persatuan Indonesia. Sehingga patut diapresiasi bahwa kedua Capres bisa meredam situasi nasional menjadi lebih tentram, adem, aman dan damai.

Selain itu, kata dia, situasi politik pun kembali mencair sehingga bisa mempereratkan kembali hubungan masyarakat yang sempat renggang karena pesta demokrasi. Ia mengapresiasi kenegarawanan kedua sosok tersebut yang mengajak masyarakat untuk kembali membangun bangsa ke depannya lebih baik.

"Yang lalu biarlah berlalu, mari bersama-sama membangun NKRI bersatu lebih maju dan sejahtera," jelasnya.

Apabila ada beberapa kelompok yang tidak menerima kenyataan Prabowo dan Jokowi kembali bersatu, maka mereka tidak ingin melihat Indonesia damai. Padahal pertemuan itu bisa menjadi simbol bahwa Indonesia tetap kuat dalam satu gerbong yaitu NKRI.

"Kami menganggap bahwa pihak yang menolak rekonsiliasi maka sama dengan menolak alasan adanya NKRI. Pertemuan Jokowi-Prabowo dapat mempersatukan kedua kubu, tidak ada 01 dan 02, yang ada 03 persatuan Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Gerindra: Meski Bertemu Jokowi, Prabowo Tak Akan Mengkhianati Pendukungnya


(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini