Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Masa Tanggap Darurat Penanganan Korban Gempa Halsel Diperpanjang

Antara , Jurnalis-Senin, 22 Juli 2019 |12:51 WIB
Masa Tanggap Darurat Penanganan Korban Gempa Halsel Diperpanjang
Dampak gempa magnitudo 7,2 di Halmahera Selatan, Maluku Utara (Foto: Antaranews)
A
A
A

TERNATE - Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Pemkab Halsel), Maluku Utara (Malut) perpanjang masa tanggap darurat hingga 28 Juli 2018. Keputusan itu diambil menyusul masih perlunya penanganan atas korban gempa magnitudo 7,2 yang masih berada di titik lokasi pengungsian.

"Tanggap darurat masih ditambahkan hingga 28 Juli 2019 dalam penanganan pengungsi gempa Halsel," kata Ketua Tim Tanggap Darurat Kabupaten Halsel, Helmi S Botutuhe, melansir dari Antaranews, Senin (22/7/2019).

Dalam penanganan gempa, Pemkab Halsel sebelumnya menetapkan tanggap darurat 14-21 Juli 2019 dan diperpanjang, karena masih banyaknya korban bencana gempa yang menempati areal pengungsian di daerah dataran tinggi.

Helmi Botutuhe yang juga Sekkab Halsel itu juga mengatakan, tambahan waktu tanggap darurat karena penanganan korban gempa bumi masih berlangsung dan bahkan hingga saat ini masih berada di tempat pengungsian.

Awalnya kata dia, pemerintah daerah menetapkan tanggap darurat sejak 14 Juli hingga 20 Juli 2019, berbagai upaya penanggulangan terhadap korban gempa bumi yang tersebar di 73 desa yang saat ini masih menempati lokasi pengungsian.

"Kita sudah maksimal, namun ada beberapa kendala sehingga tanggap darurat harus diperpanjang," ucap Helmi.

Dampak Gempa Halsel

Sebelumnya, bantuan logistik berupa beras untuk korban yang terkena dampak gempa bumi yang tersebar di 73 desa di Kabupaten Halmahera Selatan saat ini mulai berkurang.

Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Iswan Hasyim, ketika dikonfirmasi secara terpisah menyatakan, pihaknya langsung menghubungi Badan Urusan Logistik (Bulog) Ternate, agar segera mengirim beras sebanyak 70 ton, melalui ekspedisi yang telah dihubungi.

"Ada beras 70 ton di bulog, besok harus segera dikirim ke Halsel dan terkait bongkar muat beras dari Dolog Ternate, hingga tiba di Pelabuhan Babang Kabupaten Halmahera Selatan, tampaknya terkendala dengan biaya buruh hingga transportasi," tuturnya.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement