nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenpar Ajak Blogger dan Vlogger Jepang Eksplorasi Labuan Bajo

Kamis 25 Juli 2019 11:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 25 1 2083368 kemenpar-ajak-blogger-dan-vlogger-jepang-eksplorasi-labuan-bajo-R33YxFAJJs.jpg Foto: dok.Humas Kemenpar

LABUAN BAJO - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memboyong perwakilan media, komunitas, blogger, dan vlogger dari Jepang untuk mengeksplorasi Labuan Bajo. Destinasi yang mereka jelajahi yakni Pulau Padar, Pink Beach, hingga Pulau Rinca tak henti membuat decak kagum mereka.

"Banyak hal yang menakjubkan jika Anda berpetualang di Labuan Bajo. Anda akan menemukan keindahan alam yang sungguh luar biasa, kekayaan budaya yang sangat beragam, keramahtamahan masyarakatnya, biota laut yang indah serta hewan purba komodo. Pokoknya paket lengkap. Kami sangat luas, dan silakan datang lagi membawa rekan maupun mengabarkannya ke Jepang," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Agustinus Rinus, Rabu (24/7/2019).

Kata Rinus, pesona Labuan Bajo memang super lengkap. Labuan Bajo tidak hanya populer dengan destinasi wisata Taman Nasional Komodo. Kota dengan pemandangan matahari terbenam memukai ini memiliki banyak objek wisata. Di kawasan ini, wisatawan dapat menikmati paket komplit, mulai dari wisata bahari, destinasi dataran yang indah hingga menikmati pemandangan dari atas bukit yang mengagumkan.

Apalagi soal wisata bahari, Labuan Bajo adalah juaranya. Dari sekadar menikmati pantai berpasir putih atau pink, berenang, menikmati pemandangan sunset hingga menyelam di perairan Kepulauan Komodo.

Tak jauh dari Labuan Bajo terdapat Pulau Bidadari. Awalnya masyarakat menyebutnya Pulau Bidara, nama yang diambil dari sejenis pohon kecil penghasil buah yang tumbuh di daerah kering. Pulau ini merupakan salah satu spot terbaik untuk snorkeling dan diving. Pulau Padar, Pink Beach, hingga Pulau Rinca tak pernah berhenti menjadi buah bibir wisatawan yang mengunjungi Labuan Bajo.

Bahkan salah satu media internasional sudah menempatkan Labuan Bajo sebagai peringkat dua snorkel site terbaik dunia setelah Raja Ampat, mengalahkan Kepulauan Galapagos.

"Labuan Bajo juga merupakan satu dari 10 Bali Baru, atau 10 destinasi prioritas yang menjadi habitat komodo, satu-satunya 'dinosaurus' yang masih hidup di muka bumi. Bawah lautnya, Anda semua telah membuktikan betapa cantiknya alam bawah laut Labuan Bajo. Kini kami bersyukur kami masuk ke dalam super prioritas," papar Agustinus.

Belum lagi Goa Batu Cermin yang terletak tak jauh dari pusat Kota Labuan Bajo. Di destinasi ini wisatawan dibawa berpetualan ke dalam perut bumi. Goa ini memiliki sebuah lubang di bagian atas yang menjadi tempat masuknya sinar matahari. Sinar tersebut kemudian mengenai permukaan air yang memantul di dinding batu dan merefleksikan bayangan air seperti cermin.

Lantas bagai mana budayanya? Kekayaan budaya di Labuan Bajo sungguh tak ternilai. Tari Caci, Rangkuk Alu, Ja’i, dan atraksi Nenggo Mbata selalu bisa membuat wisatawan terpesona.

Lalu paling fenomenal tentu Tari Caci yang merupakan tarian perang asal Kabupaten Manggarai. Wisatawan selalu terpukau menyaksikan ketangkasan dua penari laki-laki yang saling ’’bertarung’’ menggunakan cambuk dan perisai. Mereka memainkan cambuk yang terbuat dari kulit sapi dengan hentakan yang cepat dan keras.

Uniknya luka yang timbul akibat hantaman cambuk seolah tidak mereka hiraukan. Bahkan, gelak tawa serta nyanyian pemain mengiringi adegan menegangkan ini. Tidak ada rasa dendam antara kedua pemain Caci, meskipun harus bersimbah darah dalam permainan.

"Labuan Bajo itu bukan alamnya saja yang keren, budayanya juga paten. Ini membuat Labuan Bajo destinasi yang komplit. Sangat pas untuk menjadi destinasi berlibur wisatawan Jepang. Makanya kami memboyong mereka ke Labuan Bajo," ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya yang juga diamini Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional II Kemenpar, Ardi Hermawan.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya sendiri menilai famtrip ini juga menjadi momentum untuk membuktikan kepada masyarakat Jepang tentang keindahan Labuan Bajo. Dengan famtrip ini, Indonesia juga ingin menunjukkan bahwa Labuan Bajo merupakan lokasi yang aman, nyaman, dan indahnya untuk berwisata.

“Kita akan terus membangun industri pariwisata dan menjadikan negara-negara Asia, khususnya Jepang sebagai salah satu pasar utama wisatawan ke Indonesia," tuturnya.

Selain itu Menpar Arief Yahya juga mengategorikan famtrip itu sebagai selling. Dalam framework BAS; Branding, advertising, selling menjadi salah satu rumus strategi promosi Kemenpar.

"Famtrip, mendatangkan endorser pariwisata, pelaku bisnis pariwisata, media, itu penting

untuk serangan udara, efektif mempengaruhi opini publik traveler. Itu sebabnya kita mengundang media besar Jepang dan blogger berpengaruh untuk menulis dahsyatnya Wonderful Indonesia," ucap Arief Yahya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini