BEKASI - Pencemaran limbah yang terjadi seminggu terakhir di kali Bekasi, tepatnya di Pangkalan Satu Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, membuat warga sekitar khususnya anak-anak mulai terserang penyakit gatal-gatal. Air kali yang menghitam dan berbusa, juga mengeluarkan bau menyengat yang cukup mengganggu aktivitas warga.
Tak banyak yang bisa dilakukan warga untuk mengantisipasi bau menyengat air kali Bekasi yang bisa mencapai radius 500 meter. Penggunaan masker juga dinilai hanya mampu mengurangi sedikit aroma bau. Hal ini tentunya berdampak bahaya bagi kesehatan warga.
"Baunya itu udah mengganggu sekali terhadap warga disini. Ini kan bahaya buat pernapasan," kata Hendri, warga sekitar di lokasi, Jum'at (26/7/2019).

Keluhan serupa juga dilontarkan Roni, warga yang kerap melintas di kali Bekasi. Ia sangat menyayangkan kondisi kali yang terkena pencemaran limbah hingga merubah warna kali menjadi hitam pekat dan mengeluarkan busa yang hampir menutupi seluruh permukaan air.
"Ya kira-kira sudah seminggu inilah air kalinya hitam. Busanya juga banyak hampir nutupin kali," ujar Roni.
Terkait hal ini, Lurah Cikiwul, Warsim Suryana, menjelaskan bahwa pencemaran air kali Bekasi berasal dari limbah industri yang berada di wilayah Kabupaten Bogor. Limbah awalnya dibuang ke kali Cileungsi yang kemudian mengalir sampai ke kali Bekasi. Aksi pembuangan limbah industri ini disebutkan sudah berjalan kurang lebih dua tahun.