nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tolak Memijat, Penyandang Disabilitas Dianiaya hingga Akhirnya Meninggal

Ade Putra, Jurnalis · Minggu 28 Juli 2019 01:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 28 340 2084493 tolak-memijat-penyandang-disabilitas-dianiaya-hingga-akhirnya-meninggal-goV23Dnx9a.jpg Ilustrasi korban penganiayaan. (Foto: Shutterstock)

PONTIANAK – AR, remaja laki-laki berusia 15 tahun yang juga penyandang disabilitas, ditemukan tewas. Diduga ia menjadi korban penganiayaan oleh dua anak berhadapan hukum (ABH) di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) Jalan Ampera, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Jumat 26 Juni 2019.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, AR sempat dirawat beberapa jam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarief Muhammad Alkadrie, Kota Pontianak.

Baca juga: Tanding Sepak Bola, Anggota Pemadam Kebakaran Dikeroyok hingga Bonyok 

Kapolsek Pontianak Kota Kompol Sugiyono menjelaskan, korban diduga dianiaya oleh R dan W, dua anak laki-laki di bawah umur yang dititipkan di PLAT yang berada di belakang Mapolsek Pontianak Kota.

Penyandang disabilitas AR menjadi korban penganiayaan. (Foto: Ade Putra/Okezone)

"Kedua ABH ini, R terjerat kasus pencurian kucing, W juga terjerat kasus pencurian. Karena anak di bawah umur, maka dititipkan di PLAT," ujar Sugiyono, Sabtu 27 Juli 2019.

Baca juga: Gara-Gara Anjing Tetangga Menggonggong, Pria Ini Dipenjara 

Sementara AR bukanlah ABH. Hanya, anak berkebutuhan khusus ini dititipkan oleh Dinas Sosial Kota Pontianak ke PLAT setelah diamankan Satpol PP beberapa waktu lalu.

"Nah, hasil pemeriksaan sementara, AR ini tidak mau menuruti permintaan R yang meminta untuk dipijat badannya. AR tidak menuruti kemauan itu karena dia tidak bisa, karena disabilitas kan," terang Sugiyono.

Akibat penolakan dengan alasan keterbatasan itu, membuat R marah. Dia kemudian memukuli AR.

"Dia (korban) tidak mau menuruti kemauan R. Makanya R marah dan terjadilah penganiyaan itu. R dan dibantu oleh W," jelasnya.

Baca juga: Telat Bayar Cicilan, Sopir Taksi Online Dikeroyok 5 Debt Collector 

Awalnya sempat dilerai oleh petugas jaga di PLAT itu. Dikarenakan dianggap permasalahan antara pelaku dan korban telah selesai, petugas itu pergi. Namun ternyata AR kembali menjadi sasaran. Dia dibanting pada hari itu sekira pukul 17.30 WIB.

Kemudian baru dibawa ke RSUD pada pukul 20.00 WIB. Lalu dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu 27 Juli 2019, sekira pukul 05.30 WIB.

Baca juga: KY Desak Polres Jakpus Segera Limpahkan Berkas Kasus Pengacara Tomy Winata 

"Saat ini kita masih melakukan koordinasi ke sejumlah pihak. Mengingat pelaku dan korban masih di bawah umur," tutup Sugiyono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini