Ada Upaya Gagalkan Pelantikan Jokowi, Ini Kata Polri

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 29 Juli 2019 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 29 605 2085071 ada-upaya-gagalkan-pelantikan-jokowi-ini-kata-polri-tPnXLEIi5o.jpg Karo Penmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 akan dilantik oleh Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Berdasarkan informasi yang diterima Okezone, menjelang tiga bulan dilantiknya Jokowi sebagai Presiden petahana, ada kelompok yang mencoba untuk membuat upaya menggagalkan proses pelantikan tersebut.

Mereka ingin mengipas api dalam sekam sisa-sisa dari adanya pertegangan Pemilu 2019 lalu. Salah satunya adalah, kasus kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta.

Upaya penggagalan itu dicoba dilakukan oleh beberapa kelompok barisan sakit hati yang masih belum menerima kemenangan Jokowi-Ma'ruf. Namun, memang rencana tersebut sampai saat ini masih belum matang untuk direncanakan kelompok itu.

Jokowi-Maruf

Menanggapi hal itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan pihaknya tetap mewaspadai adanya indikasi tersebut. Meskipun, sampai saat ini, Polri belum menemukan adanya upaya penggagalan tersebut.

"Polri tetapi kerjasama dengan TNI mengamankan pelantikan DPD, DPR Presiden secara maksimal termasuk pelantikan di daerah DPRD tingkat I dan II semuanya fokus," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (29/7/2019).

Demi mencegah rencana jahat itu berkembang, Polri juga akan melaksanakan patroli siber di media sosial. Tujuannya untuk menghentikan penggalangan massa dari dunia maya.

"Semua SOP pengamanan pelantikan itu ssuai dengan yang biasa ditangani Polri. Polanya empat ring. Ring 1 di tempat pelantikan, ring dua di gedung pelantikan, ring tiga di halaman parkir dan ring empat disekitaran jalan lokasi pelantikan," tutur Dedi.

Sebetulnya, ketegangan usai Pemilu sudah mencair setelah adanya pertemuan Jokowi dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di MRT. Selain itu, disusul dengan pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Prabowo di Teuku Umar beberapa waktu lalu.

Tetapi, kelompok yang berusaha menggagalkan proses itu, kabarnya tak sepakat dengan proses rekonsiliasi yang dilakukan oleh para tokoh tersebut.

Di sisi lain, Dedi menambahkan bahwa, pihaknya juga akan menerjunkan ratusan ribu personel gabungan dari Polri dan TNI guna memastikan mengamankan proses hingga pelaksanaan pelantikan tersebut.

"Proses pelantikan kami akan kerahkan sepertiga kekuatan dari jumlah kekuatan kemarin dilibatkan pengamanan rangkaian tahapan pemilu itu ada 292 ribu pasukan TNI-Polri nah sepertiganya itu akan amankan pelantikan," tutup Dedi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini