nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rumah Wartawan di Aceh Diduga Dibakar OTK

Windy Phagta, Jurnalis · Selasa 30 Juli 2019 15:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 30 340 2085452 rumah-wartawan-di-aceh-diduga-dibakar-otk-IOjG6HbleY.jpg Ilustrasi (Okezone)

BANDA ACEH – Rumah wartawan bernama Asnawi Luwi di Desa Lawe Loning, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara diduga kuat dibakar orang tak dikenal (OTK). Tak ada korban jiwa dalam peristiwa, pada Selasa (30/7/2019) dini haru itu, namun rumah berikut seluruh isinya plus mobil korban hangus dilalap api.

Menurut keterangan Asnawi, kebakaran rumahnya terjadi ketika dia, istri dan anak-anaknya sedang tidur pulas.

Tiba-tiba sekira pukul 02.00 WIB, Asnawi mendengar teriakan dari rumah tetangga dan memberitahu rumahnya terbakar.

Asnawi yang sehari-hari bekerja sebagai wartawan Harian Serambi Indonesia terbangun dan ruang tengah rumahnya sudah penuh asap. Asnawi dan keluarga dengan sigap keluar rumah lewat pintu belakang.

Menurut Asnawi, rumahnya diduga kuat bukan terbakar karena korsleting listrik, tetapi dibakar orang. Dugaan itu karena beberapa hari sebelum kejadian, rumah Asnawi pernah didatangi oleh orang yang tidak dikenalnya dan meminta nomor kontaknya kepada keluarga Asnawi sambil mengelilingi sekitar rumahnya.Ilustrasi

Ketika itu, Asnawi sedang tidak berada di rumah karena lagi ikut rapat kerja di kantor redaksi medianya di Banda Aceh.

Beberapa saat setelah kejadian, Kapolres Aceh Tenggara dan anggotanya telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal.

Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia Groups, Zainal Arifin M Nur mengecam peristiwa yang menimpa wartawannya Asnawi.

“Kami mengecam peristiwa ini dan berharap pihak kepolisian bisa secepatnya mengusut dan mengungkap kasus ini secara tuntas, sehingga memberikan rasa aman bagi wartawan dan masyarakat pada umumnya,” kata Zainal kepada wartawan di Banda Aceh.

Menurut dia, berdasarkan data dan keterangan awal yang diphimpun pihaknya, diketahui ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini.

“Salah satu indikasinya adalah, masyarakat sekitar melihat lampu masih menyala saat api mulai membakar garasi. Jadi bukan karena arus pendek,” ujar Zainal.

“Wartawan kami, Asnawi Luwi, menduga peristiwa ini ada kaitannya dengan pemberitaan, namun belum diketahui secara detil.”

Jika benar ada unsur kesengajaan dan terkait dengan pemberitaan, Zainal menegaskan bahwa peristiwa ini mencederai kemerdekaan pers seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999.

“Kami meminta kepada semua pihak menghargai kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan wartawan dalam menjalankan tugasnya dan menggunakan hak jawab bila merasa dirugikan dalam pemberitaan.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini