nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wanita ISIS Asal Bandung di Suriah: Kami Ingin Pulang ke Indonesia

Rabu 31 Juli 2019 08:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 31 18 2085742 wanita-isis-asal-bandung-di-suriah-kami-ingin-pulang-ke-indonesia-cnEY0gE2dN.jpg Maryam, wanita ISIS asal Indonesia di Kamp Al-Hol (foto: Afshin Ismaeli)

SURIAH - Puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) di kamp pengungsi Al-Hol, Suriah, ingin kembali ke Indonesia lantaran tak tahan dengan perlakuan para pejuang Kelompok ekstrimis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Salah seorang warga Indonesia dari Bandung, Jawa Barat, Maryam mengatakan, dirinya ingin pulang ke Indonesia bersama anak-anaknya.

"Saya dengan empat anak dan keluar dari Baghuz. Kami ingin pulang ke negara asal kami, ke Indonesia," kata Maryam dalam rekaman video yang dibuat Afshin Ismaeli, seorang wartawan lepas, seperti dilansir dari BBC Indonesia.

 Baca juga: 120 WNI Eks ISIS Akan Dipulangkan ke Indonesia, Ketum PBNU: Hati-Hati!

Wanita ISIS (Foto: Afshin Ismaeli)

Sementara itu, Pejabat Kurdi, Mustafa Bali menyatakan, dirinya menyaksikan setidaknya ada puluhan WNI yang berada di kamp Al-Hol.

Diketahui sebelumnya, Warga Indonesia sebelumnya berada di Baghuz, kantong terakhir kelompok ISIS, yang direbut oleh Pasukan Demokratis Suriah, SDF pimpinan suku Kurdi pada awal tahun ini.

 Baca juga: Kepala BNPT Beri Kesempatan Kedua pada Anak-Anak Simpatisan ISIS

Isis Indonesia

Menurut salah seorang pejabat Kurdi seperti dikutip kantor berita AFP, lebih dari 9.000 keluarga pendukung ISIS yang berasal dari luar negeri ditampung di kamp Al-Hol. Kamp ini dibangun untuk sekitar 20.000 orang, namun saat ini menampung lebih dari 70.000 orang.

Pejabat pada Otoritas pimpinan Kurdi di Suriah Utara, Abdul Karim Omar menyatakan pada Maret lalu mereka kewalahan dalam menghadapi ribuan orang yang keluar dari kantung terakhir wilayah ISIS di Baghuz. Sekitar 1.000 pejuang asing termasuk di antara ribuan orang yang ditahan oleh pihak Kurdi di sejumlah penjara dan disebutkan berasal dari sekitar 50 negara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini