nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siksa dan Tahan Pengikutnya, Pimpinan Sekte Kiamat Korsel Divonis Enam Tahun Penjara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 16:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 31 18 2085930 siksa-dan-tahan-pengikutnya-pimpinan-sekte-kiamat-korsel-divonis-enam-tahun-penjara-MzSLzTvhFW.jpg Shin Ok-ju. (Foto: Screengrab YouTube)

SEOUL - Seorang pemimpin sekte kiamat Korea Selatan dijatuhi hukuman enam tahun penjara atas tuduhan menahan para pengikutnya di Fiji dan membuat mereka ikut dalam kekerasan dan ritual barbar.

Shin Ok-ju, pendiri Gereja Grace Road, meyakinkan pengikutnya untuk pindah ke Fiji pada 2014, mengklaim bahwa mereka akan aman di sana dari bencana alam yang sudah dekat. Namun, begitu para pengikutnya tiba di sana, paspor mereka disita dan banyak dari mereka yang mengalami penganiayaan dan dipaksa mengikuti ritual brutal yang bertujuan untuk mengusir roh jahat.

Beberapa pengikut sekte, yang melarikan diri dari kompleks Fiji, mengatakan kepada wartawan bahwa mereka yang berusaha untuk meninggalkan gereja menjadi sasaran pemukulan publik yang dikenal sebagai "lapangan pemukulan". Shin ditangkap pada Juli 2018.

"Terdakwa memiliki otoritas mutlak atas para pengikut dan semua tindakan kriminal termasuk pemukulan tidak dapat dilakukan tanpa arahannya. Tanggung jawabnya sangat berat," demikian pernyataan dari pengadilan cabang Anyang dari Pengadilan Distrik Suwon yang dilansir South China Morning Post, Rabu (31/7/2019).

Juru bicara Pengadilan Distrik, Hakim Kang Yun-hye, mengatakan lima pejabat gereja lainnya juga dijatuhi hukuman, mulai dari hukuman yang ditangguhkan hingga 42 bulan penjara.

Tidak ada komentar langsung dari gereja tetapi beberapa pengikut di Seoul, yang menghadiri persidangan protes dengan marah setelah hukuman penjara dijatuhkan.

Sekira 400 pengikut terus ditahan di Fiji, dengan paspor mereka dilaporkan diambil oleh para pemimpin senior gereja. Pengadilan mengatakan bahwa para pengikut itu menghabiskan hari-hari mereka melakukan kerja paksa dan menghadiri khotbah malam.

Mereka juga takut dijatuhi hukuman pemukulan di depan umum, yang menurut pengadilan digunakan sebagai "sarana untuk mengendalikan para korban.

Kantor berita Australia, ABC, melaporkan, meski gereja-gereja arus utama di Fiji telah lama menuduh Grace Road sebagai aliran sesat, gereja itu menimbulkan kebingungan setelah mendapatkan kontrak pemerintah yang menguntungkan.

Sekte itu telah membangun jaringan bisnis di Fiji, membuka waralaba restoran di seluruh negeri dan membawa pulang salah satu penghargaan bisnis Perdana Menteri untuk usaha tani padi dan usaha konstruksi gereja mendapat pekerjaan memperluas kediaman Presiden dan membangun kantor Perdana Menteri baru.

Kelompok itu juga membantu upaya membangun kembali bagi mereka yang terkena dampak Topan Winston pada 2016.

Sekitar setengah dari 50 juta penduduk Korea Selatan diidentifikasi sebagai Protestan atau Katolik, tetapi beberapa juta berasal dari kelompok yang mempromosikan perilaku kultus dan kepercayaan kecil.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini