TANGERANG SELATAN - Pemandangan tak lazim terlihat di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Warga sekitar menanam pohon pisang, tepat di atas jalan yang berlubang.
Rupanya diketahui, penanaman pohon pisang di tengah-tengah jalan itu merupakan bentuk protes warga atas maraknya kecelakaan yang menimpa pengendara sepeda motor.
Umumnya para pengendara motor tak menyadari, bahwa terdapat lubang berdiameter sekira 1 meter di tengah jalan tersebut. Kondisi itu menyebabkan roda kendaraan terguncang hebat saat melintasinya, hingga tak jarang mereka terjungkal mencium aspal.
Baca Juga: Lubang di Jalan GDC Depok Makan Korban, Wanita Pengendara Jatuh Berdarah
Salah satu warga bernama Iwan (42), menuturkan kepada wartawan, mereka menanami pohon pisang sebagai bentuk sindiran kepada pihak terkait atas kemunculan lubang itu.
"Kami menyampaikan protes kepada pemerintahan maupun pihak terkait dengan menanam pohon pisang ini," kata Iwan kepada wartawan, Rabu (31/7/2019).
Menurut dia, sebenarnya warga sudah jenuh dengan beberapa kali memasang tanda di atas lubang itu. Lantaran tak ada upaya apapun dari Pemerintah Provinsi Banten untuk memperbaikinya. Sebagaimana diketahui, Jalan Siliwangi memang merupakan jalan yang dikelola oleh Provinsi Banten.
"Sudah capek bang protesnya. Dari kita pasangin ban bekas, ditambal batu besar, hingga sekarang pohon pisang. Jelas-jelas ini taruhannya nyawa, apalagi kalau malam menjelang pagi. Pasti ada aja itu korban yang jatuh, karena jalannya gelap juga," sambungnya.
Korban akibat lubang jalan itu sudah tak terhitung banyaknya, khususnya pengendara roda dua. Bahkan disebutkan Iwan, beberapa hari lalu sekira pukul 05.00 WIB ada pasangan suami-istri terjatuh dari sepeda motornya setelah melintasi lubang itu.
"Motornya rusak di bagian bawah. Pengendaranya luka-luka ringan," ucap dia.