2 Hutan dan Lahan di Kampar Riau Terbakar, Petugas Gabungan Berjibaku Lakukan Pemadaman

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Rabu 31 Juli 2019 03:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 31 340 2085691 2-hutan-dan-lahan-di-kampar-riau-terbakar-petugas-gabungan-berjibaku-lakukan-pemadaman-l7JqjcOSn2.jpg Petugas memadamkan api yang membakar hutan di Kampar, Riau. (Foto : Ist)

PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di berbagai wilayah di Provinsi Riau. Di Kabupaten Kampar, kebakaran terjadi di dua wilayah dan hingga kini belum padam.

Karhutla di Kampar terjadi di Jalan Cenderawasih Desa Karya Indah Kecamatan Tapung. Di lokasi ini, kebakaran terjadi sudah selama 11 hari. Daerah yang terbakar terdiri dari semak beluk.

"Kebakaran di Jalan Cendrawasih luasan yang terbakar 6 hektare," kata Kepala Daops Manggal Agni Pekanbaru, Edwin Putra, Selasa (30/7/2019).

Selain itu, kebakaran terjadi di Jalan Gelatik Desa Karya Indah Kecamatan Tapung. Daerah yang terbakar merupakan lahan kosong dan perkebunan kelapa sawit. Daerah yang terbakar tersebut wilayahnya lebih luas.

"Di Desa Karya Indah, kebakaran sudah terjadi dua hari ini. Luas areal yang terbakar 7 hektare," ujarnya.

Petugas memadamkan kebakaran yang terjadi di hutan daerah Kampar, Riau. (Ist)

Tim kebakaran darat dan udara dibagi dalam dua regu. Tim darat terdiri atas TNI, Polri, Mangga Agni BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan MPA (Masyarakat Peduli Api). Tim gabungan terus berjibaku menjinakkan kebakaran di kawasan gambut tersebut.

Kordinator Satgas Udara Penanggulangan Karlahut Riau, Kolonel Jajang mengatakan, akan membantu penanggulangan kebakaran dari udara jika tidak bisa dijangkau oleh Satgas Darat.


Baca Juga : Pekanbaru Diselimuti Asap Pekat Karhutla, 10 Ribu Masker Dibagikan ke Masyarakat

Heli water bombing akan membantu pemadaman dari udara kalau areal yang terbakar sulit dijangkau. Namun jika lokasi bisa dijangkau melalui jalur darat, heli water bombing tidak akan diterjunkan.

"Ada beberapa kriteria untuk bantuan helikopter. Selama bisa dijangkau, heli water bombing tidak akan dikerahkan. Ini demi efisiensi anggaran," tutur Kolonel Jajang yang juga Kadis Ops Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.


Baca Juga : 30 Titik Panas Kebakaran Hutan dan Lahan Terpantau di Jambi

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini