Pilih Oposisi, PKS Akan Dapatkan "Air Bah" Keuntungan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 14:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 01 605 2086392 pilih-oposisi-pks-akan-dapatkan-air-bah-keuntungan-lvCmlxMJn6.jpg Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menyatakan diri sebagai opoisisi pemerintah sudah tepat. PKS akan mendapatkan banyak keuntungan karena menjadi oposisi di pemerintahan.

"Justru PKS dapat untung banyak sebagai satu-satunya oposisi. Bahkan, konsistensi PKS akan membuat elektibilitasnya signifikan. Sehingga orang-orang yang ingin mengganti Presiden, orang yang ingin ganti Jokowi larinya ke PKS. Dan kelompok Islam yang mulai bertumbuhan di mana-di mana itu ke PKS," kata Adi saat dihubungi Okezone, Kamis (1/8/2019).

Baca Juga: Bakal Jadi Oposisi Sendirian, PKS: Kami Bersama Jutaan Rakyat

PKS masih menjadi satu-satunya partai yang secara terbuka menyatakan sebagai oposisi. Kemudian, Gerindra cenderung akan merapat ke pemerintah, sementara PAN dan Demokrat belum menyatakan sikap apa pun terkait langkah politiknya ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Presiden PKS Sohibul Iman

Menurut Adi, sikap politik PAN dan Demokrat itu karena warna ke-Islaman kedua partai tersebut tak terlalu seperti PKS. "PAN dan Demokrat warna ke-Islamannya tidak terlampau kentara keduanya nasional, relegius. Ya ke tengah, ada kawin silang nuansa ke-Islaman dan kebangsaan. Sikap politik mereka tidak tegas," paparnya.

Adi menambahkan, PKS akan mendapatkan keuntungan seperti "air bah" karena masyarakat yang tidak memilih petahana di Pilpres 2019 akan memilih PKS karena konsistensinya akan pilihan politik.

Ia memastikan bahwa masyarakat masih terbelah meskipun para elit telah menyatakan tak ada lagi cebong dan kampret. Sehingga, membiarkan PKS menjadi oposisi tunggal maka sama saja membiarkan suara PKS menjadi sangat signifikan pada Pemilu 2024.

Baca Juga: Perindo: Pembubaran TKN Memperkuat Pondasi Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

"Sejatinya kalau kalah ya oposisi. Tapi membiarkan PKS menjadi oposisi maka orang-orang yang ingin menggati Presiden selama ini larinya ke PKS. Sekarang cebong dan kampret boleh tidak ada, tapi rakyat masih terbelah. Kampret itu bisa numpuk ke PKS," ujarnya. 

"Jadi kenapa PKS diam-diam saja, ya karena dia mendapatkan ceruk keuntungan. Ini macam air bah yang melimpah sebagai bagian dari keuntungan PKS," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini