nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diserang Massa, 4 Polisi di Empat Lawang Alami Luka Tusuk

Era Neizma Wedya, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 00:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 01 610 2086151 diserang-massa-4-polisi-di-empat-lawang-alami-luka-tusuk-9gTWxU7Ift.jpg Massa yang menyerang petugas Polsek Ulu Musi di Empat Lawang, ditangkap. (Ist)

EMPAT LAWANG – Personel Polsek Ulu Musi di Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel) diserang sekelompak massa pada Rabu (31/7/2019) malam. Akibat penyerangan itu, 4 polisi mengalami luka tusuk.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Eko Yudi Karyanto, membenarkan adanya penyerangan oleh sekelompok orang malam ini. Akibat penyerangan itu, empat anggotanya kena tusuk dan hingga kini kritis.

Ia menjelaskan, penyerangan bermula saat Kanit Reskrim Polsek Ulu Musi Ipda Arsan dan tiga anggotanya hendak mengamankan pelaku pengancaman di daerah tersebut. Namun, belum sempat melakukan pengamanan, Kanit Reskrim dan seorang anggota tiba-tiba ditusuk pakai pisau oleh dua pelaku, yaitu Erwin dan Erwan. Dua anggota lainnya langsung menindak tegas pelaku.

“Lalu setelah tindakan tegas itu dilakukan, kedua pelaku dibawa ke RSUD Tebing Tinggi bersama dengan dua anggota yang mengalami luka tusuk. Tiba-tiba, pukul 21.00 WIB, massa datang ke RSUD dengan mengendarai dua truk. Massa ada sekitar 50 orang,” ujarnya.

Ilustrasi

Massa yang datang langsung mencari anggota yang berjaga dan melakukan penyerangan secara brutal. Akibatnya, ada dua anggota lagi juga terluka dan langsung dievakuasi ke Polres.

"Massa yang datang menyerang menggunakan pedang dan kecepek (senjata api rakitan). Sehingga semua anggota yang berjaga di rumah sakit mereka serang, secara brutal,” katanya.

Demi keselamatan, anggota yang terluka langsung dievakuasi ke Mapolres. Hingga kini, pihaknya masih mencoba mengendalikan  kondisi di lokasi. Kondisi masih kondusif, tapi seluruh anggota masih siaga.

“Anggota hingga kini masih siaga penuh. Ada beberapa pelaku berhasil diamankan. Bahkan, ada pelaku yang diberi tindakan tegas karena dinilai membahayakan,” tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini