Koneksi dengan industry kelas dunia yang berbasis digital juga dilakukan, termasuk dengan OTA, Online Travel Agent besar. Seperti Expedia, Booking.Com, Ctrip dan lainnya. Juga dengan searching engine terbesar dunia, Google dan Baidu untuk pasar China. “Paid media kita semakin efektif dan bukan hanya di branding Wonderful Indonesia, tetapi sudah sampai di advertising dan selling,” ungkap Arief Yahya.
PR-ing juga dilakukan dengan berbagai media digital. Termasuk di media social, dengan berbagai games, menggunakan Endorser. “Endorser itu ada dua, celebrities dan community. Dua-duanya kita kerahkan untuk mempromosikan Pesona Indonesia,” paparnya.
Bahkan, saat ini searching engine saja tidak cukup. Ada teknologi terbaru yang dinamakan CDM, Competing Destination Model. Teknologi intelegence mereka sudah bisa mengkompilasi customers dengan tingkat presisi yang tinggi. Misalnya, calon wisman dari originasi dari Tiongkok. Mesin ini sudah bisa mendeteksi, berapa banyak orang yang sudah booking dan payment ke destinasi Indonesia? Berapa banyak yang baru searching dan menempatkan destinasi Indonesia masuk sebagai alternaif dari banyak daftar pilihannya?
Juga berapa banyak yang sama sekali tidak menempatkan nama Indonesia sebagai salah satu pilihan travelingnya. Teknologi ini bisa mengubah keinginan customer, dari yang semula hanya menjadikan Indonesia sebagai alternatif, menjadi tujuan utama. Dari yang semula tidak masuk daftar, menjadi tujuan utama. “Inilah perkembangan terbaru dalam teknologi digital marketing, dan kita sudah sampai ke sana,” ungkap Arief Yahya yang passionnya memang di digital.
Dalam bahasa yang sederhana, CDM adalah teknik programmatic campaigne untuk menarik calon wisatawan yang mencari jenis destinasi atau atraksi tertentu. Misalnya, diving, di manapun di dunia, secara otomatis system CDM kita menawarkan destinasi sejenis (diving) yang ada di Indonesia hingga ke level HP/Laptop calon wisman.
“Campaigne dilakukan berulang-ulang, sampai calon wisman itu tertarik dan akhirnya memilih destinasi (diving) ke Indonesia,” ucap Arief Yahya.